Saturday, November 22, 2014

Married #5 - Vendor Restaurant #1

Hi, beberapa saat yg lalu aku sempet posting tentang vendor restoran yang bikin kami dag dig dug duer. Soalnya harga ga keluar2 dan kita juga was2 kalo harga naek jauh lebih besar dari perkiraan. Dalam waktu penantian ini, tiba2 mamanya pacar ane bilang ke kita kalau temennya dia, punya anak, dan anaknya itu jadi marketingnya resto yg kita mau. Dan ternyata lagi, si marketing resto yang kita mau itu tau adeknya pacar ane. Nah lalu kita mengambil keputusan untuk menelpon langsung ke orang yang bersangkutan tersebut. Dan ternyata, sama saja, dia bilang kalo harga keluar nanti bulan desember.

Kecewa juga sih, tapi kami tau kalau pasti nanti ada sesuatu yang menanti kami.

Married #4 - Menentukan Salon

Halo gan, setelah kita sepakat untuk menggunakan resto, kita fokus ke vendor lain yang ga kalah vital dengan resto, yaitu salon untuk pengantin. Ya pasti vital soalnya kan yang pengantinnya diliat semua orang dan kalo jelek ya bisa bikin nyesel seumur hidup, kan cuman sehari tok nikahnya. Kita ngomong2 lagi sama EO tentang masalah salon, dan EO ngasi 3 alternatif. Karena pacarku pernah bantuin sodaranya yg nikah, jadi dia tau beberapa salon dan salah satu salon yang direkomendasikan oleh EO adalah salon yang dipakai kakaknya pacarku, dan pelayanannya kurang memuaskan karena sangat ramai. Kadang kalo mau ketemu ngomongin tentang salon, harus antri 3-4 jam baru bisa ketemu, itupun hari biasa.

Jadi kami punya 2 alternatif, yang 1, salonnya bagus banget, dan seperti resto kami, kami tidak memasukkan salon ini di listing pernikahan kami karena kami tau kalau harga untuk salon tersebut sangat mahal. Dan 1nya kurang terkenal (bagi kami, apapun yang tidak kami tau adalah tidak terkenal hahahaha), jadi kami lebih fokus ke salon yang mahal (EO setuju dengan budget kami yang terbatas). Lalu kami janjian untuk menuju ke lokasi salon yang mahal itu untuk lihat2, maunya sih ngomong2 tentang harga dan lain sebagainya. Dan hari dimana kami harus pergi ke salon pun tiba, kami dan EO janjian ketemu di dekat salon, lalu kami masuk bersama2. Setelah masuk, kami sangat kaget kalau pacarku disuruh nyoba2 baju.

Setelah coba2 ganti baju, waktunya nego harga dan si EO ngomong2 sama yang punya salon utk nego2, supaya dengan harga yang terbatas itu, bisa dapat banyak fitur, seperti make up pengapit bisa diganti dengan make up saudara, kosasi, retouch bisa di hotel dan lain sebagainya. Setelah si EO ngomong2 sama yang punya salon, si EO datang ke kita dan ngomong kalo yang punya susah buat dinego, padahal sudah sering EO ndatengin konsumen. Terus katanya soalnya ini yang punya salon lagi mbangun rumah di samping salon (salonnya ini ada di tempat elite gan dan salonnya tempatnya besar, mbangun 2 kavling samping kavling yang sekarang)

Oke, setelah kecewa karena tidak bisa dinego, lalu kita mencoba untuk pergi ke alternatif yang 1nya, lokasinya lumayan jauh karena dari barat kita menuju ke tengah-utara. Setelah menuju ke lokasi alternatif, kita tau kalau ini bukan yang kita cari, karena banyak yang tidak cocok ukurannya. Jadi kami menetapkan hati untuk memilih yang di tempat tadi yg bagus banget.