Tuesday, March 10, 2015

Menjalin Hubungan

Kali ini aku mau share sedikit yg ada di pikiranku tentang menjalin hubungan, mksdnya ini adalah menjalin hubungan dengan seseorang ke jenjang yg lebih dari hubungan teman.

Saat belum menjalin hubungan apa2 dengan siapa2, aku berpikir kalau menjalin hubungan pasti menyenangkan, ada yg nemenin tiap hari, ada yg care tiap hari. Bahkan saat teman2ku bilang "kalau aku lebih milih temen daripada pacar" aku malah berpikir "aku lebih milih pacar daripada temen". Kenapa? Karena aku tau kalau pacarku itu orang yg spesial, orang yang pasti bakal nemenin aku terus sampe tua, bahkan sampe mati. Kalo temen, mgkn skrg masih bisa contact2, tapi mungkin setelah merried nanti, apakah bisa tetep contact? Kalo sudah merried pasti yg ada di depan kita adalah mantan pacar kita.



Menjalin hubungan itu susah susah gampang. Mulai dari pertama kali aku menjalin hubungan dengan pacarku sampai sekarang (5 bulan lagi mau merried), banyak sekali cobaan yang menghadang. Dan tiap-tiap cobaan itu bener2 stressful. Dengan perbedaan pola pikir, perbedaan wawasan pikiran, secara dia orang manajemen yang tiap hari ketemu orang dan selalu ditempa sosialnya, dan aku seorang programmer yang tiap hari ketemu laptop dan sama sekali tidak ditempa sosialnya. How she react to other people, how I react to other people.

Banyak sekali pengorbanan yang harus kita lakukan untuk mempertahankan hubungan. Terutama saat kamu yakin bahwa dia lah yang kamu mau. Tapi jangan lupa, yang seharusnya jadi kriteria untuk menjalin hubungan adalah kriteria kepribadian, karakter. Bukan apa yang dia punya. Karena saat kamu yakin bahwa dia adalah yang kamu mau, tetapi melalui kriteria apa yang dia punya, kamu pasti akan kecewa. Yang paling susah dari aku adalah pengorbanan waktu. Setiap hari aku harus mengantar jemput dia ke rumahnya, yang notabene rumahnya dia ke tempat kerja memakan waktu 45 menit menggunakan motor dan 1 jam lebih jika menggunakan mobil. Tiap hari aku harus terlambat kerja 1 jam dan tiap hari pula aku harus pulang ontime. Tentu saja hal ini menjadi masalah, kecuali aku mengambil waktu 1 jam istirahatku untuk bekerja. Tetapi apakah setiap hari aku harus 8 jam non stop tidak beristirahat?

Pengorbanan berikutnya, apa yang dia mau adalah absolute (atau mungkin tidak jika kamu bisa mengerti pikirannya). Sering kali apa yang dia mau harus diturutin (atau mungkin tidak). Tetapi saat aku mau bertindak tegas terhadap pacarku, aku tidak tega, karena aku terlalu sayang sama dia. Pengorbanan lainnya, entah apa kamu yang membaca ini menganggap aku ini bodoh, saat makan siang, terkadang aku sering membelikan dia ayam, sedangkan aku hanya beli tahu tempe saja. Karena uangku terbatas, jadi jika aku sudah beli ayam, budget makanku tidak mencukupi untuk beli ayam lagi.

Saat menjalin hubungan, "aku" menjadi tidak penting lagi, dan "dia" yang menggantikan posisi "aku" di daftar prioritas utamaku. Kamu tidak akan mempedulikan apa yang orang katakan saat kamu berkorban untuk dia. Kamu tidak akan mempedulikan apa yang kamu makan, asal dia bisa makan dengan enak. Kamu tidak akan mempedulikan rasa capekmu, ketika kamu melihat senyum cerahnya yang ditujukan kepadamu. Ketika dia benar-benar bersandar kepadamu (secara harafiah maupun simbolis).

Menjalin hubungan bukanlah tentang putus nyambung. Tetapi bagaimana kita tetap mempertahankan hubungan kita walaupun tidak ada alasan untuk mempertahankan hubungan kita. Pernah suatu saat, ketika kita betengkar, ingin rasae aku kecelakaan dan langsung mati. Kenapa kok jadi begini, menurutku apa yang menyulut pertengkaran tersebut bukan sepenuhnya salahku. Dia juga salah. Tetapi kenapa waktu kita bertengkar, aku tidak bisa mengingat-ingat apa yang menjadi kesalahannya. Dan pada akhirnya aku yang harus meminta maaf. Dan pada waktu betengkar hebat, ingin rasae ngelepas semua dan kembali menjadi single, enak waktu single, ga ada orang yang bergantung pada kita, ga ada tekanan mental dimana aku harus menjadi pasangan yang sempurna, ga ada pertengkaran. Tapi kembali lagi dengan apa yang kamu pilih. Kalau kamu memilih pasanganmu berdasarkan karakternya, berdasar sifatnya, aku yakin bahwa kamu pasti bakal berjuang mati-matian untuk mempertahankannya.

The best thing from relationship is when you loved. And that's enough

No comments:

Post a Comment