Showing posts with label Live. Show all posts
Showing posts with label Live. Show all posts

Saturday, July 22, 2017

Apa Itu Vertigo, Pencegahan Dan Cara Mengurangi Vertigo

Vertigo adalah gangguan yg terjadi karena keseimbangan tubuh terganggu antara lain karena kurangnya Oksigen (O2) ke otak atau adanya gangguan saraf antara Telinga dg kepala (otak)
Pemicu timbulnya Vertigo antara lain ;
1. Terlalu sering Begadang (kurang tidur malam)
2. Terlalu sering membersihkan telinga dengan Cutton Bat atau korek pembersih telinga
3. Bantal terlalu tinggi atau terlalu rendah
4. Hindari makan dan minum pemicu meningkatkan asam lambung ;
- Makanan berlemak tinggi,
- Daging,
- Kubis,
- Kopi,
- Coklat
- Minuman bersoda dll
5. Kurangi main Gadget, Laptop, komputer lebih dari 1 jam, sesekali arahkan pandangan ke obyek lain
6. Lakukan refreshing 1x1 Minggu ke pantai atau pegunungan
7. Kadar gula darah dibawah 70 akan mudah memicu vertigo kambuh

Cara sederhana dan Jitu untuk cepat mengurangi pusing karena Vertigo ;
1. Tidur dan pejamkan mata
2. Kepala jangan bergerak
3. Pijat daun telinga kiri - kanan sampai rasa sakit hilang
4. Tarik daun telinga secara hoprizontal, ulangi beberapa kali sampai rasa sakit hilang
5. Tarik nafas dalam2 dan keluarkan pelan2 lakukan beberapa kali
6. Pijatan di telinga bs dilakukan berulang sampai rasa sakit hilang sama sekali
7. Semua gerakan ini dapat mencegah dan mendeteksi dini gejala Vertigo
8. Perbaiki pola hidup dan istirahat yang cukup
9. Disarankan tidur malam sebelum Jam. 22.00

Menu alami untuk menurunkan gejala Vertigo tanpa efek samping
- Buah Nanas
- Bayam
- Krokot
- Bawang Putih.
- Paprika
- Jahe.
- Ikan Air Tawar
- Putih telur
- Mengkudu
- Pisang
- Aneka buah Citrus ( Jeruk Lemon, jeruk nipis, Anggur dll )
- Alpukat
- Selai kacang dll

Insha Allah, Vertigo akan turun lebih cepat
Jangan lupa kemana2 bawa obat vertigo atau Antimo maupun permen manis untuk mengatasi keadaan darurat Vertigo

Cara cepat mengatasi Vertigo
* Makan buah nanas 2 x 1/4 bagian, pagi dan sore, saat perut kosong
Dimakan bersama hatinya (bagian tengah)
* Hati2 utk kaum wanita..., disinyalir nanas bisa memicu keputihan
Coba makan sedikit demi sedikit sambil ditunggu reaksinya
* Nanas bisa mengatasi sakit Maag Kronis
Bener enggak ya....
Siapa tahu berjodoh....

Terapi Senam Vertigo
* Berdiri tegak, buka mata dan kemudian tutup. Lakukan 5 kali.
* Gerakan kepala berputar. Pasang dagu ke dada, putar kepala ke kiri, dan mengubah ke arah kanan, lakukan 3 kali.
* Gerakan wajah menghadap ke atas, lalu turun dengan perlahan-lahan sampai menghadap ke bawah.
Kemudian naik lagi menghadap ke atas perlahan-lahan dan lakukan 3 kali.
Melatih gerakan kepala miring, yaitu dengan mencoba untuk tetap telinga bagian kiri ke bahu kiri.
Tahan sampai 15 detik, kemudian lakukan pada telinga sebaliknya.
Ulangi setiap bagian telinga masing 3 kali.
* Duduk dengan posisi punggung lurus dan mata terbuka. Lalu berdiri.
Pada saat berdiri, tutup mata dan Ulangi 3 kali.
Melatih gerakan bola mata ke kanan dan ke kiri secara horizontal dengan mata terbuka.
Ulangi pada setiap arah masing-masing 3 kali.
* Kemudian lanjutkan dengan menggerakkan bola mata ke atas dan ke bawah secara vertikal.
Ulangi pada setiap arah masing-masing 3 kali.
* Lakukan praktek otot mata dengan mengikuti kemana arah objek yang bergerak,
fokuskan mata pada obyek stasioner.

Semoga bermanfaat selamat mencoba
Selamat Mencoba & Silahkan Share Gratis

Thursday, April 27, 2017

Mengenal Kaum Miskin Urban: Anak-Anak Muda yang Kere, Kelaparan, tapi Eksis.

Ditulis oleh Marli Haza Pada 27 June 2016

(Catatan Editor: Ini adalah terjemahan artikel “The Urban Poor You Haven’t Noticed: Millennials Who’re Broke, Hungry, But On Trend” yang ditulis Gayatri Jayaraman di laman Buzzfeed tanggal 5 Mei 2016. Artikel asli tulisan ini bersituasi di negara India. Nama tempat, mata uang, dan aspek lainnya menyesuaikan yang sebenarnya di India).

Mengenal Kaum Miskin Urban: Anak-Anak Muda yang Kere, Kelaparan, tapi Eksis.

Anak-anak muda meyakini bahwa untuk menghasilkan banyak uang, kita harus menghabiskan banyak uang

Saya mulai menyadari hal ini sejak terkejut menyaksikan seorang pemenang kontes kecantikan level nasional tampil di klub malam remang-remang di Santacruz West. Kata teman yang mengajak saya ke situ, wanita itu mulai bekerja di sana waktu dia menunggu lowongan jadi artis Bollywood. Untuk dapat peran, dia harus sering terlihat melenggang di karpet merah dan pesta-pesta, makanya dia butuh beli sepatu hak tinggi dan gaun. Pertunjukan demi pertunjukan di klub itu memberikannya banyak uang. Jadilah klub itu sumber penghasilan utamanya.

Saya kenal seorang manajer pemasaran, masih muda, yang nekat kredit mobil waktu dapat gaji pertamanya tapi sekarang tidurnya di mobil. Gajinya habis untuk bayar kontrakan rumah dan cicilan mobil, tak tersisa untuk makan. Dia parkir di suatu tempat, tapi untungnya Mumbai masih tergolong kota yang aman.

Ada juga teman wartawan junior. Selama beberapa saat, dia jarang masuk kerja. Makin kelihatan kurus pula. Dia bilang itu karena dia jogging setiap sore. Tapi saat dia jarang muncul waktu makan siang, atau menyeruput kopi sepanjang hari, saya baru sadar. (Saya ngeh kalau ada yang janggal karena saya dulu pernah begitu juga.)

Saya whatsapp dia. Itu satu-satunya cara mengobrol empat mata tanpa ketahuan orang lain.

“Kamu punya uang untuk makan siang, gak?”

Ternyata dia memang lagi bokek.

Dia bilang kalau lagi punya uang, dia sabar-sabar menahan lapar biar bisa mampir ke Le Pain Quotidien* untuk beli sandwich sisa harian yang didiskon jadi 200 rupee atau sekitar Rp40 ribu kalau malam.

Padahal dengan uang segitu, dia bisa beli makanan di kantin. Tapi menurutnya, makan tidak lebih penting dibanding eksis untuk makan roti di Le Pain Quotidien.

Inilah kaum miskin urban, gejala yang lagi melanda sebagian besar orang India. Mereka sebenarnya sama sekali tidak “miskin”. Tapi mereka lapar dan bokek. Inilah wujud masyarakat metropolitan umur dua-puluhan yang terlalu memedulikan tekanan sosial di sekelilingnya dan menghabiskan hampir seluruh gajinya demi gaya hidup dan penampilan yang mereka yakini berpengaruh pada pekerjaan mereka.

Beban gaya hidup ini tidak bisa dicoret dari daftar pengeluaran mereka: baju-baju dan perawatan tubuh, kongkow dan makan malam di tempat mewah, biaya transport naik Ola** atau Uber karena harus kerja sampai jam satu pagi, dan tagihan kopi Starbucks yang harus dibeli buat ketemu klien. Tidak lupa, sepatu hak tinggi dan gaun.

Kalau saldo rekening sudah sekarat di tanggal 20-an, mereka berpikir balasannya tidak mungkin saat itu juga, tetapi nanti: waktu gaji naik, waktu dapat promosi jabatan, atau syukur-syukur orang tua lagi baik mau transfer uang.

Pengaruh mereka luas. Inspirasi mereka datangnya dari kisah para pengusaha muda yang pinjam uang dari perusahaan modal untuk membangun bisnis, yang katanya berhasil memutar setiap perak uang menjadi seratus kali lipat. Tapi kisah yang mereka dengar adalah tentang Mukesh Ambani, yang diwarisi perusahaan besar kemudian bisa membangun istana megah, bukannya tentang Dhirubhai, yang tinggal di rumah kecil dan membangun perusahaan besar. Kisah yang mereka dengar adalah tentang Katrina Kaif yang menghabiskan 50 ribu rupee atau sekitar Rp100 juta rupiah untuk mengecat rambutnya. Itulah sebabnya mereka meyakini bahwa untuk menghasilkan banyak uang, kita harus menghabiskan uang yang banyak pula.

Demi bisa kuliah di kampus yang bagus, kita rela keluar uang banyak untuk bayar semesterannya. Demi dapat pekerjaan, kita habiskan tabungan untuk sekolah sampai S3 kalau perlu. Demi promosi jabatan, kita beli jas dan minuman jamuan.

Kita berpenampilan demi pekerjaan yang diimpikan, tetapi lupa bahwa sebagian besar gaji kita yang terpangkas untuk itu seharusnya digunakan untuk berpenampilan sesuai pekerjaan yang sekarang.

Setiap koran dan media memasang tajuk utama tentang apa yang perlu kita makan, tampilkan, dan pakai untuk jadi sukses. Ke mana kita harus liburan, apa parfum yang kita pakai, mobil apa yang harus kita kendarai. Tapi mereka tidak mengajarkan kita cara membayarnya.

Apa yang tersisa di diri kita adalah segerombolan anak umur dua-puluhan yang berusaha lari meninggalkan identitas pengonsumsi nasi kucing dan es teh manis, demi disangka pengonsumsi burger dan kola. Dari situ kemudian lari lagi demi dikira penggemar keju dan champagne.

Waktu saya mulai tinggal mandiri, sekitar 15 tahun lalu, gaji saya cuma 10.000 rupee. Untuk kontrak rumah habis 4.000 rupee, penitipan anak 4.000 rupee, dan 2.000 rupee sisanya untuk ongkos dan listrik. Untuk belanja kebutuhan sehari-hari, saya pakai kartu kredit. Saya masih umur 25 tahun, anak saya satu tahun, dan kadang kami beli es krim, nonton bioskop, atau menikmati hiburan juga pakai kartu kredit. Ketika pindah kerja dengan gaji yang lebih tinggi, kartu kredit saya mencapai limitnya dan harus segera dibayar. Selisih kenaikan gaji itu saya gunakan untuk melunasi, karena saya sudah memakai uang yang malah belum saya terima.

Cepat saya pahami, bersama kenaikan gaji, biaya kebutuhan juga semakin tinggi. Selama menjalani pekerjaan saya yang pertama, rasanya punya satu jins dengan tiga atasan yang dipakai bergantian tiap hari juga sudah cukup. Jabatan yang semakin meningkat membuat saya perlu pakaian yang lebih bagus. Saya diharuskan tampil “berwibawa”. Makan siang di sini, senang-senang di situ, lalu rapat di kedai kopi mewah.

Saya berusaha keras menentang lingkungan yang bersekongkol menjerat profesional muda ke jurang kebangkrutan. Saya selalu menghitung dalam hati sebelum memutuskan beli sesuatu. Terkadang saya hanya beli satu botol bir dan meminumnya sedikit-sedikit.

Sekarang, di mana pun, saya bisa menebak mana orang-orang yang di ambang kebangkrutan: vegetarian yang tidak makan salad pembuka, orang yang cuma minum air putih, atau junior yang mengaku sudah makan untuk menolak tawaran makan malam. Dan ketika, setelah makan bareng, orang yang bersama mereka dengan santainya mengajak untuk patungan, kelihatan mereka inilah yang pura-pura menunduk.

Saya juga pernah seperti itu. Kita tidak bisa menolak ajakan seperti itu karena nanti kita terkesan pelit. Jadi, terlepas dari apakah kita mampu membayar makanan yang memang kita pesan untuk kita sendiri, mau tidak mau kita juga harus ikut bayar makanan yang dipesan teman kita.

Kemudian, recehan logam terasa sangat berharga. Kita mencari-cari recehan yang menyelip di pojok sofa. Kita menunggu kantor sepi lalu naik bus pulang ke rumah.

Sekarang, saya kadang sengaja berpapasan dengan teman kantor yang masih junior dan bertanya, “Udah makan belum? Saya traktir kopi, yuk? Nanti pulangnya mau bareng, nggak?” Terkadang, mereka gengsi dan menolak tawaran itu. Terkadang juga, gengsi mereka runtuh dan mereka mengangguk.

Orang tua mereka, generasi yang jarang berdiskusi soal uang, mengajari mereka bahwa tidak ada harga yang terlalu mahal untuk kebahagiaan diri sendiri. Kalau orang tua mereka menelepon dan menawarkan diri mentransfer mereka uang, mereka bilang tak perlu, semuanya masih bisa diatur. “Iya, Pah, makannya dijaga kok, di kantor baik-baik saja.” Dibesarkan oleh orang tua yang mengorbankan segalanya untuk kebahagiaan mereka, anak-anak ini sebenarnya diam-diam belajar hidup prihatin.

Orang yang bisa melewati masa sulit selalu dilabeli “tangguh”, padahal “tangguh” berarti perut lapar dan isak tangis yang tertahan. Terkadang, saya merasa saya sudah melalui masa-masa itu.

Baru-baru ini, saya sedang mewawancarai seorang pelamar yang memotong pertanyaan saya hanya untuk bilang, “Sis, supir saya HP-nya lebih bagus dari punyamu,” sambil tertawa. “Beli iPhone, kek!”

Penampilan saya sudah mentereng. Saya punya rumah. Tabungan juga lebih dari cukup. Tapi bahan ledekan kok tidak juga berubah selama 10 tahun.

Bulan lalu, saya mulai nge-twit kaum miskin urban ini, dan banyak yang merespon, “saya juga”.

Satu orang mengaku bahwa selama tiga tahun di Jerman, dia cuma makan tomat, menghemat uang agar bisa beli coklat untuk keluarganya ketika pulang kampung. Ada yang bilang, “Semuanya baik-baik saja kok!” lewat telepon jarak-jauh ke kampung halaman hanya agar ibunya berpikir pengorbanan ibunya menjual gelang untuk ongkosnya mengembara tidak sia-sia.

Ada yang tidur di kasur single dan menyimpan sepatu kets di kolong meja kerja untuk dipakai jalan kaki sepanjang 8 km saat pulang kantor setiap malam.

Saya juga pernah dengar cerita soal anak-anak bagian pemasaran yang kelaparan setiap hari hanya untuk ngopi di hotel bintang lima.

Ada juga seorang ayah yang tidak pernah liburan selama 13 tahun hanya agar bisa membiayai pendidikan anaknya di luar negeri.

Ada yang pernah bertahan seharian hanya minum air dan menumpang di truk untuk berangkat ke kampus.

Ada yang dijuluki pelit karena tidak pernah makan di luar.

Di negara yang wabah kelaparan nyata terjadi di mana-mana, “kelaparan” yang semacam ini datangnya dari pilihan gaya hidup. Entah bagaimana, kita telah membangun budaya yang menempatkan penampilan sebagai nilai utama, hingga kita rela menghabiskan banyak uang untuk kelihatan kenyang ketimbang menyisihkan sedikit uang untuk benar-benar makan.

 “Kelaparan” ini menyentuh setiap orang dengan cara yang berbeda-beda—bisa sementara atau selamanya, bisa ringan atau parah, bisa sekali atau berkali-kali. Tapi sekali kita menyadari hal itu di sekeliling kita, sulit sekali untuk mengabaikannya. Kita jadi anggota suatu kaum yang mengerti kenapa rekan kerja kita tumben-tumbennya bawa bekal makan, kelihatan kurusan, dan menghabiskan waktu sampai malam di kantor agar tidak perlu bayar jemputan. Kalau dahulu, walau sebentar, kita pernah merasakan “kelaparan” seperti itu, kita akan sadar bahwa ternyata semua orang pun begitu.

____

Catatan Kaki:

*) restoran roti mewah dari Brussel yang kini telah terwaralaba secara internasional
**) layanan transportasi daring yang populer di India

Thursday, January 12, 2017

Kenaikan UMR Tahun 2017

Sekarang sudah masuktahun 2017 dan inilah daftar UMR terbaru tahun 2017

Thursday, September 15, 2016

Tidak Mudah Menjadi Pria

Very touching, dengan profesi yg sama denganku.

===========================

Hampir sebulan ini, suami saya sibuk sekali. Biasanya kalau pulang kerja, dia pasti berburu game. Kalau weekend atau tanggal merah, juga pasti main game. Nah hampir sebulan ini gamenya membeku, tidak disentuh. 🤔

Suami saya seorang programmer, spesialis di bidang mobile aplikasi. Tapi dia sering rendah hati menyebut dirinya sebagai tukang ketik. Tidak seperti istrinya yang agent asuransi namun sering tinggi hati menyebut dirinya sebagai malaikat tanpa sayap, bahahahahaha... 😂

Dari dulu sampai sekarang, saya tidak pernah paham tentang pekerjaannya. Jika kupandang laptopnya, rasanya semua yang terpampang di layar sama semua. Berisi kode-kode ala programmer. Terlalu teknikal sekali buat saya yang terbiasa bekerja di dunia marketing. Maka dari itu saya bisa minta pendapatnya jika terkait pekerjaan saya, sedangkan dia tidak bisa minta pendapat saya jika terkait pekerjaannya. 😅

Hari ini libur nasional Idul Adha dan suami saya kembali berkutat dengan kode-kode di laptopnya. Saya menyetrika pakaian sambil sesekali melihat padanya yang begitu serius di depan laptop. Saya jadi berfikir bahwa suami saya ini hampir tidak pernah mengeluh sesibuk apapun beban pekerjaan yang dia tangani. Beda sekali dengan saya yang gemar berceloteh.😁

Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu saya posting foto setrikaan yang menggunung dan ngedumel soal itu. Suami saya memang jarang sekali membantu pekerjaan rumah tangga, tapi saya bersyukur bahwa dia hampir tidak pernah menegur bahkan marah jika rumah dalam keadaan kotor atau berantakan. Mungkin dia tidak ingin membuat saya bertambah pusing. Hal simple seperti itu sudah cukup membuat hati saya nyaman.😌

Saya tahu banyak sekali wanita yang sering menganggap dirinya menanggung beban berat dalam hidup entah itu ibu rumah tangga atau wanita menikah yang juga berkarir. Sesekali saya juga merasakan hal yang sama. Rasanya ingin teriak "Heiiii...tidak mudah menjadi wanita!" 🙅🏻

Tapi saya sadar menjadi pria pun tidak mudah. Sebagai kepala keluarga mereka memikul beban tanggungjawab financial yang semakin hari semakin berat. Dunia kerja begitu kompleks. Persaingan semakin ketat. Mereka perlu memutar otak dan bekerja sangat giat untuk dapat memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga tercinta. 👨‍👩‍👧‍👦

Saya punya beberapa kenalan teman pria yang terpaksa harus bekerja di luar kota bahkan di luar negeri demi istri dan si buah hati. Saya yakin mereka sebenarnya merasakan kesedihan tidak dapat berkumpul setiap waktu dengan keluarga. Apalagi jika hari ulang tahun atau hari raya tidak dapat pulang. Merindukan masakan istri, merindukan tangis dan tawa si kecil, juga merindukan suasana di negeri sendiri. Kalau boleh mengeluh, saya yakin mereka juga ingin sekali melakukannya. 😫

Tidak dapat dipungkiri bahwa wanita kerap rempong dengan hal remeh temeh. Suami lembur atau telat pulang, diinterogasi! Suami terima telp dari partner atau client perempuan, dicurigai! Suami sibuk kerja dan tidak bisa ajak liburan di long weekend, dingambeki! Suami lelah dan tidak bisa bantu pekerjaan rumah, dimarahi! Dsb...dsb...dsb...😒

Dengan memahami bahwa menjadi pria ternyata juga tidak mudah, saya sangat berusaha untuk tidak membuat suami saya bertambah pusing dengan hal-hal sepele. Kalau saya tidak bisa membantu meringankan pekerjaannya, maka saya berusaha untuk tidak mempersulitnya. Sesekali saya juga menghiburnya dengan jokes. Senang dapat melihatnya tiba-tiba tersenyum ketika dahinya berkerut di depan laptop. 😊

No, I am not a perfect wife and i don't want to be perfect. I just want to be my self then I will be happy. I was learning, I am learning and I will learn to be a better woman. 🙋🏻

Cheers
Cici Shelly
Sharing is Good



Sumber

Thursday, August 6, 2015

Egois, Enyahlah!

Hari ini aku merasa sedih, ini H-2 hari sebelum hari pernikahan, tapi banyak kekuranganku yang belum tertutupi. Seperti contohnya sekarang ini, dan kemarin2, aku terlalu egois, aku terlalu fokus dengan pekerjaanku pada jam kerja sehingga aku tidak sempat untuk menyentuh urusan pernikahan kami. Dan terkadang aku agak jengkel apabila pada waktu malam hari mesti ngurus2in macam2.

Hari2 ini sih sempat tertemplang, tertohok, karena urusan pernikahan, pekerjaan calonku jadi terbengkalai. Sebenarnya aku pun sangat excited dengan pernikahan kami, tapi entah kenapa aku tidak bisa melihat apa yang dilihat calonku. Pada saat aku merasa sudah cukup oke, calonku bilang belum oke. Mungkin itu yang membedakan status pekerjaan kita. Aku bener2 ga kepengen calonku jadi seperti ini terus, akupun juga kepengen ngurusin semua.

Tiap malem aku doa supaya calonku selalu mendapat kekuatan, pengharapan baru. Tapi mungkin karena kena aku, kekuatannya jadi habis. Sedih emang, tapi that's fact.

Aku terlalu egois sampai aku ga bisa melihat bagaimana calonku berkorban. Berkorban perasaan, pikiran, ego. Aku harus berubah.

Hey km (aku di masa depan), kalo km baca ini, introspeksi diri!
Apa km sudah jadi a better man?
Ato tetep menyusahkan istrimu?

Don't be so selfish!

Sunday, February 1, 2015

Motor Baru di Rumah

Halo, kemaren tanggal 30 januari 2015 aku pulang kampung, waktu pulang, sampai dirumah jam 10 malem, aku liat ada motor baru gan! Yamaha Mio M3 baru! Gress!
Usut punya usut, ternyata itu motornya kakak cewek ane, ane pengen dah cobain itu motor, mio item, kecil gt waktu coba dinaikin (belom sempet idupin motor).
Pengen tau mesinnya kayak gimana, sebenernya sih juga pengen punya motor matic, enak soalnya ga perlu repot ganti perseneling motor heheheh

31 1 2015

Halo, hari ini tanggal 31 januari yang berarti adalah hari anniversary hubungan pacaran aku sama pacarku. Seneng sih, sudah bertahan 2 tahun, tadi pagi kan aku di bbm pacarku (aku perjalanan ke jogjakarta, ada temen deket e papaku, tapi dianggep sodara sendiri mantu) kalau di kasi congratulation sama facebook. What? Itu mah auto tiap ada anniversary semua orang juga pasti di kasi congratulation. Dan pacarku bilang "untung ae ga ada yg nylametin". Ya aku juga ada sisi senang ada sisi miris, benerkah ga ada 1 pun yang kasih selamat? Tapi sudahlah, toh cuman anniversary. Yang terpenting adalah kita sudah lewati 2 taun bersama dan still survive melewati segala cobaan.

Oiya btw tadi pagi jam 12 lebih aku bbm ke pacarku gini (sok romantis) dan hasilnya cuman di bales 'ciee ciee ciee':
Dear my lovely girlfriend, sudah 2 tun kita berstatus pacar, dan sudah 3 taun kita sejak kitmulai utk membangun hubungan.
No regret I can say to you.
2 taun kita ketawa bareng, kita nangis bareng.
Banyak masalah yang kita hadapi, entah dari kita sendiri ataupun dr luar.
And I am gd we can go through that together.
AndI am sure there will be more challenging event ahead on our future.
But I am sure too that we can pass that together.
Can't wait to our togetherness after we marriage. (kita mau nikah tanggal 8 agustus 2015)
We create our own kingdom.
We create our own family.
Ga ada yang marah2in kita, ga ada yang ngatur2 kita, ga ada yang ngatur2 kita.
Pray to God that he would always keep an eyes to us.
Amen.

With love, ur love

Nb: Sebener e aku mau nyiapno surprise present, tapi kayak e ga isa, ga ada waktu.

Wednesday, December 24, 2014

Christmas Night But Didn't Feel Anything About Christmas

Sekarang tgl 24 Des, malam natal, tapi sampai detik ini, jam 7 malem, aku ga merasakan bau2 natal, entah di hatiku, entah di daerah sekitar. Di gedung tempat kerja (perusahaanku sewa apartment utk kantor, tapi apartmentnya berupa apartel, jadi apartment tapi ada hotelnya) di lobby untuk hotel katanya sudah mulai dihiasi bertema natal, tapi aku belom sempat untuk liat2 ke sana. Kondisi kantorku ini aku di kantor cabang surabaya dan berpusat di jakarta, dan kita berkomunikasi via skype. Entah di sana bagaimana suasananya, tapi kelihatannya mereka sangat antusias dalam natal ini, tadi pagi, pada bilang "selamat natal". Sampe waktu mau pulang pun ada yg sempet bilang lagi.

Saturday, December 13, 2014

@Surabaya. Finally!

Hi, lama tak tulis2, skrg ini aku ada di surabaya, setelah 5 minggu ada di jakarta, bukan waktu yang singkat, tapi bisa dilalui. Banyak hal yang terjadi, mulai dari kerjaan, dari pacar, dari keluarga. Banyak momen yang terlewatkan saat ada di jakarta, saat jauh dari mereka semua. Tapi finally sudah ada di jakarta, sayang sekali sampai sekarang aku belom ketemu pacarku, dia masih kerja, dan aku sambil nunggu trying to write something for myself in the future.

Waktu aku di jakarta, aku sempet beli beberapa barang buat pacarku, salah 1 e rok, terus ada 1 lagi yang spesial, aku beli bed cover buat dia, soalnya dia beli ranjang baru waktu aku ke jakarta. Bed cover nya lucu, gambar doraemon gede, I hope she like it. I missed her very much. Aku harap pertemuan pertama kita setelah 5 minggu ga ketemu bakal lancar.

Yah, soalnya beberapa saat yang lalu kita sempet bertengkar. Karena responku, aku memang ga bisa express myself by speak. Dari dulu, aku selalu express rasa sayangku ke pacarku dari act yg aku lakukan. Waktu dia butuh apa, aku siapkan, semua. Tapi waktu aku di jakarta, aku ga bisa act macem2. Aku ga bisa express how I love her. Even now, her status on bbm is "when love fades, commitment still remain". Aku ga tau love nya siapa yg fade, tapi sakit ati sih, pol, soal e aku di jakarta jaga hati, tetep sayang dia, tapi dia mgkn pikir aku udah ga sayang sama dia, karena respon bicaraku.

Ya kuakui kalo aku irit bicara. I wanna change that. I don't like to be like this. Karena hal ini jg menjadi penghambatku untuk mendapatkan rejeki juga. Ga tau deh mo nulis apa lagi.

Tuesday, December 2, 2014

So Many Things I Want To Share But There Is No Time(?) To Write

Hi, I have so many story that I want to share to my future me. But right now I don't have much time to do that. I don't know, I just can't, maybe lack of discipline for myself. Or maybe I make the draft on my sticky notes and then I didn't continue to finish that draft.

Okay, I write this post is just to make myself clear that today, 2 Dec 2014, I have make up my mind that I will became "Ready-man". Someone that will always ready for any situation, ready for anything, prepare for everything. It's not easy, because I was raised on family that didn't have any "plan". I mean, yes we have plan, but it like we didn't have any plan. When I grow up, I just think about holiday. Where should we going when we holiday, everytime I ask my parent, they said no idea, but everytime the holiday time has come, they are saying that we gonna go to somewhere. That make me become so passive, and I cannot see if my parent have many anticipation about many things too. My eyes has ben blinded so long, but I grateful that I realize this now.

Thursday, November 3, 2011

Death Remind Us About Value of This Life

gan, hari ini ada berita duka..
koko ane, bukan koko kandung seh, koko sepupu ane meniinggal gan..
sore ini..
meninggal karna renang gan, entah mana yg salah..
kan sudah dibilang kalo ada sakit jantung ga boleh renang..

waktu dibilangi kalo koko ane udah meninggal, ane kaget banget gan..
ga nyangka soalnya, memang dia jauh lebih tua dari ane, tapi dia jauh lebih muda dari waktu yang seharusnya..
hal ini ngebuat ane mikir lagi gan apa arti dari hidup ini..
apa artinya uang kalo kita berhadapan dengan hidup dan mati?
apa yang membuat kita bangga akan pencapaian kita kalau dihadapkan dengan hidup dan mati?
apa yang terjadi kalo kita emang benar2 mati?
apa yang kita inginkan waktu kita mati?

aku banyak mikir gan..
banyak yang bilang, supaya diingat oleh orang laen..
kayak albert einstein..
semua orang tau tentang albert einstein, orang jenius se dunia iini..
tapi buat apa semua orang tau kalau sudah nggak isa dihubungi?
buat apa orang tau kalau orang tersebut sudah mati dan ga isa diajak berdiskusi?

Thursday, October 27, 2011

Beberapa Hal Yang Mungkin Tidak Diketahui Anak Tentang Ayahnya

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.


3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. kkarena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

5. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

6. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.

7. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

8. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

9. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

10. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.

11. Ayah di dapur. Membuat dan memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~

12. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

13. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.

14. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.

15. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

16. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

17. Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

18. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.

19. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.

20. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolahmu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya, bagaimana ia mendapatkannya.

21. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.

22. Ayah akan berkata, "Tanyakan saja pada ibumu," ketika ia ingin berkata, "Tidak".

23. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.

24. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

25. Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.

26. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.

27. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.

28. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

29. Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis).

30. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

31. Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

32. Ayah pernah berkata, "Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

33. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu".

34. Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan, "Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

35. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.

36. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu.

37. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik.

Tuesday, October 25, 2011

Life is Like Watching Movie

halo gan, hari ini aku mao share tentang "Life is Like Watching Movie"..
rasa e inggrisku ga pas, tapi babahlah, untuk koleksi pribadi wkwkkww..
ehem, beberapa hari ini aku liat kungfu panda 2 gan..
bagus..
beberapa hari kemudian aku liat lagi gan..
entah apa karena efek filmnya ato aku yang lagi kenapa ya gan..
waktu aku liat buat yang ke2 kali, rasa e ada sesuatu dalam batin yg bilang seperti ini "po (nama panda) kok ga milih jalan lain? napa kok dia bisa kehilangan fokus seperti itu, dan lain2"..
ini pertama kalinya gan..
tiap kali aku nonton film buat yg ke2kali, 3kali, ga ada pertanyaan seperti itu..

nah, waktu aku berpikir sepeerti itu, terbesit dipikiranku kalau hidup ini sebenarnya juga seperti film gan..
pada saat pertama kali kita nonton film, jika kita merasa kalau film itu bagus, kita penasaran akan cerita film tersebut..
kehidupan juga seperti itu pertama kali nonton film bisa digantikan dengan keadaan sekarang (present)..
kita pasti penasaran dengan kelanjutan kehidupan kita selanjutnya..
tetapi setelah kita nonton film untuk ke2 atau ke 3 dan seterusnya, kita pasti berpikir: "kenapa tidak mencari jalan lain?"..
jawabannya simpel: "karena kejadian tersebut sudah terjadi dan kita tidak bisa mengganti masa lalu seberapa sering kita mengingatnya"
semangat

Thursday, October 20, 2011

30 Hari Mencari Cinta

gan, hari ini ane mau share tentang 30 hari mencari cinta..
bukan tentang film 30 hari mencari cinta itu gan, tapi tentang deadline gan..
yah, setelah dipikir2 kok nyerempet filmnya yah hahaha..

begini, jadi di dalam film tersebut, kalo ga salah (liat sekali dan itu sudah lama sekali) ada 3 cewek jomblo yang bertaruh akan mendapatkan cintanya dalam waktu 30 hari, lalu saat pertaruhan tersebut berjalan, ke 3 cewek terssebut berusaha sebisa mungkin untuk mencari cowok, semaksimal mungkin, tiap hari ketemu cowok yang berbeda, kenal cowok yang berbeda pula, demi menang taruhan..
hal ini tentunya tidak akan terjadi jika mereka tidak melakukan taruhan tersebut, kembali ke masa sebelum mereka memasang taruhan, kehidupan sehari2 mereka hanya shopping dan jalan2, ada cowok lewat, cowok ngajak kenalan, ga digubris, mereka tetap bersenang2 memenuhi kebutuhan hedonisme mereka..

mungkin mereka berpikir kalau tidak ada deadline, maka masih ada hari depan, nikmati aja hari ini..
tapi itu semua salah gan..
waktu berjalan sangat cepat, jika kita tidak memiliki deadline, maka tanpa terasa kita akan terjebak dalam perangkap waktu yang membuat kita menyesali kejadian yang sudah terjadi..
mungkin seperti itu gan..

udah dulu gan, ga tau mo nulis apa, apa yg ada di otak sulit keluarnya gan hahahaha..
semangat

Friday, May 27, 2011

Sejelek-jeleknya Orang Tua, DIa Tetap Orang Tua Kita dan Berharga

gan, ane barusan smsan sama temen ane..
temen smp, uda tunangan tapi gan..
terus waktu tengah2 smsan, ane telp papa ane, soalnya tadi siang ane ditelp dikasi kabar kalo besok minggu tgl 29, papa ane pgi sby buat nilik i (njenguk) temennya yang ada di sby dan kalo ada yang mau dibawain dari rumah, langsung ngomong ae, biar isa dibawain sekalian (mumpung)..
katanya rombongan sama temen2 gan..
terus waktu ane telp, ane ngomong2 ngalor ngidul (ngomong dari utara sampe selatan / ga ada habisnya) sampe udah keabisan bahan, ane tutup telp dan lanjutin smsan ane ama temen ane (kebetulan temen ane papanya ga ada)..

ane ngomong kalo ane baru telp ama papa ane dan ane pesen jajanan dan bsok minggu mau dikirim, terus dia tanya2 papa ane gimana, dan laen sebagainya, terus ane inget kalo papanya ga ada, jadi merasa bersalah, terus ane balik tanya, ane tanya gini gan: "kalo papamu gimana?"..
terus dia jawab, papanya keras, kaku, suka marah, tapi sayang sama anak2nya..
waktu aku baca smsnya, aku isa tau kalo dia bener2 kangen sama papanya..
wah, jadi merasa bersalah gan..
ane jadi teringet sama mama ane..
ane ga begitu suka sama mama ane, tapi waktu ane di sby, kadang ane merasa kangen sama mama ane gan..
yah, dari sini ane isa dapet judul kali ini..
banyak gan temen2 ane yang papanya uda ga ada..
ane tau rasanya karena ane juga terkadang jadi tempat sandaran buat temen ane yang papanya uda ga ada..

kejadian kali ini juga ngingetin aku supaya aku lebih menghargai orang tuaku yang masih utuh ini, lebih ngasi sesuatu yang berharga buat mereka..
lebih nunjukin rasa sayangku buat papa sama mama..
i love u pop, ma

Friday, April 22, 2011

Linkin Park - Numb

gan, hari ini aku ga tau mao posting apa..
ni lagi dengerin lagu numb nya linkin park..
check this out:

I'm tired of being what you want me to be
Feeling so faithless, lost under the surface
I don't know what you're expecting of me
Put under the pressure of walking in your shoes

(Caught in the undertow just caught in the undertow)
Every step that I take is another mistake to you
(Caught in the undertow just caught in the undertow)

I've become so numb I can't feel you there
Become so tired so much more aware
I'm becoming this all I want to do
Is be more like me and be less like you

Can't you see that you're smothering me?
Holding too tightly, afraid to lose control
?Cause everything that you thought I would be
Has fallen apart right in front of you

(Caught in the undertow just caught in the undertow)
Every step that I take is another mistake to you
(Caught in the undertow just caught in the undertow)
And every second I waste is more than I can take

I've become so numb I can't feel you there
Become so tired so much more aware
I'm becoming this all I want to do
Is be more like me and be less like you

And I know I may end up failing too
But I know you were just like me
With someone disappointed in you

I've become so numb I can't feel you there
Become so tired so much more aware
I'm becoming this all I want to do
Is be more like me and be less like you

I've become so numb I can't feel you there
I'm tired of being what you want me to be
I've become so numb I can't feel you there
I'm tired of being what you want me to be

lagu ini dalem banget lyric nya gan..
kasian, terlalu dikekang..
jadi teringat ama mamaku..
mamaku orang nya suka ngekang gan (ini aku ada di kampung gan, ketemu papa mama)..
jujur aja gan, aku dulu (sebelum masuk kuliah) orangnya minder gan..
awalnya ga tau darimana asal keminderan ini, tapi setelah aku pikir2, ingat2...
ternyata dari mamaku..
mamaku yg mbuat aku ga pernah pergi2 ma temen2 (kutu buku)..
mamaku yg mbuat aku males ngomong2 ma keluargaku (kalo diajak ngomong sama orang rumah, aku dulu sering jawab "mboh", artinya ga tau)..


ga cuman aku gan..
kakak2ku juga merasakan dampaknya..
kakakku yang pertama sih cuek aja ama mamaku..
jadi ga terlalu kena, tapi kakakku yang ke2 kena, gara2 waktu kecil sering dimarah i, ngapain2 ga boleh, dia ga isa jadi orang yg dewasa, walaupun umurnya sekarang 24 tahun, tapi kelakuannya kayak anak umur 13 tahun, aku juga heran gan..
padahal kakakku yang 1 ini dia juga kuliah disurabaya gan, dia jarang ketemu ama mama, tapi kok sampe sekarang ga ada perkembangan..
menurutku kakakku ga isa mikir..
ga isa tau mana yg terbaek, ga isa menimbang buat dirinya sendiri..
apa itu efek dari mama?
mungkin..

kalo aku sudah berubah gan..
hehehe..
sekarang aku kalo diajak ngomong sering jawab..
soalnya komunitasku waktu di surabaya gan..
kakakku juga disurabaya juga punya komunitas gan, tapi entahlah orang itu..
tetep kayak anak kecil..
males gan, punya kakak tapi kayak anak kecil, kudu jadi babysitter..
bah, aku paling ga suka gan..
padahal sudah seriing gan dia aku suruh buat beajar masak ato belajar ngitung pengeluaran perbulan..
tapi ga pernah di lakkuin..
argh, stress mikir kakakku gan..
udah ah