Sekarang tgl 24 Des, malam natal, tapi sampai detik ini, jam 7 malem, aku ga merasakan bau2 natal, entah di hatiku, entah di daerah sekitar. Di gedung tempat kerja (perusahaanku sewa apartment utk kantor, tapi apartmentnya berupa apartel, jadi apartment tapi ada hotelnya) di lobby untuk hotel katanya sudah mulai dihiasi bertema natal, tapi aku belom sempat untuk liat2 ke sana. Kondisi kantorku ini aku di kantor cabang surabaya dan berpusat di jakarta, dan kita berkomunikasi via skype. Entah di sana bagaimana suasananya, tapi kelihatannya mereka sangat antusias dalam natal ini, tadi pagi, pada bilang "selamat natal". Sampe waktu mau pulang pun ada yg sempet bilang lagi.
Apa mungkin hatiku yang mulai tawar, sudah lama ga ke gereja, sudah lama ga ikut persekutuan rohani. Sampai2 moment yang paling ditunggu, Natal, terasa seperti hari2 biasa. It's okay for me, but what I'm afraid most is my girlfriend. Aku ga mau pacarku ngerasain yg aku rasain sekarang. Aku pengen dia tetep excited about christmas, maybe I should buy her a christmas gift (baru kepikiran). Tadi aku sih sudah tanya pacarku, kapan mau ke gerja, dan dia jawab ga bisa keliatannya, soalnya dia kerja di bidang perhotelan dan tanggal 25 dia masuk kerja.
Bagi kami mungkin natal kali ini bukan natal yang indah, karena kita sama2 repot di tempat kerja, tentang pernikahan kami yang tiba2 vendor restoran tutup. Tapi balik lagi, aku ga mau hal ini menjadikan pacarku orang yang berhati datar. Aku ada rencana untuk nanti malem kita doa bareng, merenungi makna natal. Ya walaupun mungkin aku keliatan munafik (hahaha), but at least I am trying to be a good leader for our relationship. Oke dah, aku mao balik dulu, mau mempersiapkan nanti malam.
Anyway, merry Christmas
No comments:
Post a Comment