Vertigo adalah gangguan yg terjadi karena keseimbangan tubuh
terganggu antara lain karena kurangnya Oksigen (O2) ke otak atau adanya
gangguan saraf antara Telinga dg kepala (otak)
Pemicu timbulnya Vertigo antara lain ;
1. Terlalu sering Begadang (kurang tidur malam)
2. Terlalu sering membersihkan telinga dengan Cutton Bat atau korek pembersih telinga
3. Bantal terlalu tinggi atau terlalu rendah
4. Hindari makan dan minum pemicu meningkatkan asam lambung ;
- Makanan berlemak tinggi,
- Daging,
- Kubis,
- Kopi,
- Coklat
- Minuman bersoda dll
5. Kurangi main Gadget, Laptop, komputer lebih dari 1 jam, sesekali arahkan pandangan ke obyek lain
6. Lakukan refreshing 1x1 Minggu ke pantai atau pegunungan
7. Kadar gula darah dibawah 70 akan mudah memicu vertigo kambuh
Cara sederhana dan Jitu untuk cepat mengurangi pusing karena Vertigo ;
1. Tidur dan pejamkan mata
2. Kepala jangan bergerak
3. Pijat daun telinga kiri - kanan sampai rasa sakit hilang
4. Tarik daun telinga secara hoprizontal, ulangi beberapa kali sampai rasa sakit hilang
5. Tarik nafas dalam2 dan keluarkan pelan2 lakukan beberapa kali
6. Pijatan di telinga bs dilakukan berulang sampai rasa sakit hilang sama sekali
7. Semua gerakan ini dapat mencegah dan mendeteksi dini gejala Vertigo
8. Perbaiki pola hidup dan istirahat yang cukup
9. Disarankan tidur malam sebelum Jam. 22.00
Menu alami untuk menurunkan gejala Vertigo tanpa efek samping
- Buah Nanas
- Bayam
- Krokot
- Bawang Putih.
- Paprika
- Jahe.
- Ikan Air Tawar
- Putih telur
- Mengkudu
- Pisang
- Aneka buah Citrus ( Jeruk Lemon, jeruk nipis, Anggur dll )
- Alpukat
- Selai kacang dll
Insha Allah, Vertigo akan turun lebih cepat
Jangan lupa kemana2 bawa obat vertigo atau Antimo maupun permen manis untuk mengatasi keadaan darurat Vertigo
Cara cepat mengatasi Vertigo
* Makan buah nanas 2 x 1/4 bagian, pagi dan sore, saat perut kosong
Dimakan bersama hatinya (bagian tengah)
* Hati2 utk kaum wanita..., disinyalir nanas bisa memicu keputihan
Coba makan sedikit demi sedikit sambil ditunggu reaksinya
* Nanas bisa mengatasi sakit Maag Kronis
Bener enggak ya....
Siapa tahu berjodoh....
Terapi Senam Vertigo
* Berdiri tegak, buka mata dan kemudian tutup. Lakukan 5 kali.
* Gerakan kepala berputar. Pasang dagu ke dada, putar kepala ke kiri, dan mengubah ke arah kanan, lakukan 3 kali.
* Gerakan wajah menghadap ke atas, lalu turun dengan perlahan-lahan sampai menghadap ke bawah.
Kemudian naik lagi menghadap ke atas perlahan-lahan dan lakukan 3 kali.
Melatih gerakan kepala miring, yaitu dengan mencoba untuk tetap telinga bagian kiri ke bahu kiri.
Tahan sampai 15 detik, kemudian lakukan pada telinga sebaliknya.
Ulangi setiap bagian telinga masing 3 kali.
* Duduk dengan posisi punggung lurus dan mata terbuka. Lalu berdiri.
Pada saat berdiri, tutup mata dan Ulangi 3 kali.
Melatih gerakan bola mata ke kanan dan ke kiri secara horizontal dengan mata terbuka.
Ulangi pada setiap arah masing-masing 3 kali.
* Kemudian lanjutkan dengan menggerakkan bola mata ke atas dan ke bawah secara vertikal.
Ulangi pada setiap arah masing-masing 3 kali.
* Lakukan praktek otot mata dengan mengikuti kemana arah objek yang bergerak,
fokuskan mata pada obyek stasioner.
Semoga bermanfaat selamat mencoba
Selamat Mencoba & Silahkan Share Gratis
Saturday, July 22, 2017
Thursday, April 27, 2017
Mengenal Kaum Miskin Urban: Anak-Anak Muda yang Kere, Kelaparan, tapi Eksis.
Ditulis oleh Marli Haza Pada 27 June 2016
(Catatan Editor: Ini adalah terjemahan artikel “The Urban Poor You Haven’t Noticed: Millennials Who’re Broke, Hungry, But On Trend” yang ditulis Gayatri Jayaraman di laman Buzzfeed tanggal 5 Mei 2016. Artikel asli tulisan ini bersituasi di negara India. Nama tempat, mata uang, dan aspek lainnya menyesuaikan yang sebenarnya di India).

Anak-anak muda meyakini bahwa untuk menghasilkan banyak uang, kita harus menghabiskan banyak uang
Saya mulai menyadari hal ini sejak terkejut menyaksikan seorang pemenang kontes kecantikan level nasional tampil di klub malam remang-remang di Santacruz West. Kata teman yang mengajak saya ke situ, wanita itu mulai bekerja di sana waktu dia menunggu lowongan jadi artis Bollywood. Untuk dapat peran, dia harus sering terlihat melenggang di karpet merah dan pesta-pesta, makanya dia butuh beli sepatu hak tinggi dan gaun. Pertunjukan demi pertunjukan di klub itu memberikannya banyak uang. Jadilah klub itu sumber penghasilan utamanya.
Saya kenal seorang manajer pemasaran, masih muda, yang nekat kredit mobil waktu dapat gaji pertamanya tapi sekarang tidurnya di mobil. Gajinya habis untuk bayar kontrakan rumah dan cicilan mobil, tak tersisa untuk makan. Dia parkir di suatu tempat, tapi untungnya Mumbai masih tergolong kota yang aman.
Ada juga teman wartawan junior. Selama beberapa saat, dia jarang masuk kerja. Makin kelihatan kurus pula. Dia bilang itu karena dia jogging setiap sore. Tapi saat dia jarang muncul waktu makan siang, atau menyeruput kopi sepanjang hari, saya baru sadar. (Saya ngeh kalau ada yang janggal karena saya dulu pernah begitu juga.)
Saya whatsapp dia. Itu satu-satunya cara mengobrol empat mata tanpa ketahuan orang lain.
“Kamu punya uang untuk makan siang, gak?”
Ternyata dia memang lagi bokek.
Dia bilang kalau lagi punya uang, dia sabar-sabar menahan lapar biar bisa mampir ke Le Pain Quotidien* untuk beli sandwich sisa harian yang didiskon jadi 200 rupee atau sekitar Rp40 ribu kalau malam.
Padahal dengan uang segitu, dia bisa beli makanan di kantin. Tapi menurutnya, makan tidak lebih penting dibanding eksis untuk makan roti di Le Pain Quotidien.
Inilah kaum miskin urban, gejala yang lagi melanda sebagian besar orang India. Mereka sebenarnya sama sekali tidak “miskin”. Tapi mereka lapar dan bokek. Inilah wujud masyarakat metropolitan umur dua-puluhan yang terlalu memedulikan tekanan sosial di sekelilingnya dan menghabiskan hampir seluruh gajinya demi gaya hidup dan penampilan yang mereka yakini berpengaruh pada pekerjaan mereka.
Beban gaya hidup ini tidak bisa dicoret dari daftar pengeluaran mereka: baju-baju dan perawatan tubuh, kongkow dan makan malam di tempat mewah, biaya transport naik Ola** atau Uber karena harus kerja sampai jam satu pagi, dan tagihan kopi Starbucks yang harus dibeli buat ketemu klien. Tidak lupa, sepatu hak tinggi dan gaun.
Kalau saldo rekening sudah sekarat di tanggal 20-an, mereka berpikir balasannya tidak mungkin saat itu juga, tetapi nanti: waktu gaji naik, waktu dapat promosi jabatan, atau syukur-syukur orang tua lagi baik mau transfer uang.
Pengaruh mereka luas. Inspirasi mereka datangnya dari kisah para pengusaha muda yang pinjam uang dari perusahaan modal untuk membangun bisnis, yang katanya berhasil memutar setiap perak uang menjadi seratus kali lipat. Tapi kisah yang mereka dengar adalah tentang Mukesh Ambani, yang diwarisi perusahaan besar kemudian bisa membangun istana megah, bukannya tentang Dhirubhai, yang tinggal di rumah kecil dan membangun perusahaan besar. Kisah yang mereka dengar adalah tentang Katrina Kaif yang menghabiskan 50 ribu rupee atau sekitar Rp100 juta rupiah untuk mengecat rambutnya. Itulah sebabnya mereka meyakini bahwa untuk menghasilkan banyak uang, kita harus menghabiskan uang yang banyak pula.
Demi bisa kuliah di kampus yang bagus, kita rela keluar uang banyak untuk bayar semesterannya. Demi dapat pekerjaan, kita habiskan tabungan untuk sekolah sampai S3 kalau perlu. Demi promosi jabatan, kita beli jas dan minuman jamuan.
Kita berpenampilan demi pekerjaan yang diimpikan, tetapi lupa bahwa sebagian besar gaji kita yang terpangkas untuk itu seharusnya digunakan untuk berpenampilan sesuai pekerjaan yang sekarang.
Setiap koran dan media memasang tajuk utama tentang apa yang perlu kita makan, tampilkan, dan pakai untuk jadi sukses. Ke mana kita harus liburan, apa parfum yang kita pakai, mobil apa yang harus kita kendarai. Tapi mereka tidak mengajarkan kita cara membayarnya.
Apa yang tersisa di diri kita adalah segerombolan anak umur dua-puluhan yang berusaha lari meninggalkan identitas pengonsumsi nasi kucing dan es teh manis, demi disangka pengonsumsi burger dan kola. Dari situ kemudian lari lagi demi dikira penggemar keju dan champagne.
Waktu saya mulai tinggal mandiri, sekitar 15 tahun lalu, gaji saya cuma 10.000 rupee. Untuk kontrak rumah habis 4.000 rupee, penitipan anak 4.000 rupee, dan 2.000 rupee sisanya untuk ongkos dan listrik. Untuk belanja kebutuhan sehari-hari, saya pakai kartu kredit. Saya masih umur 25 tahun, anak saya satu tahun, dan kadang kami beli es krim, nonton bioskop, atau menikmati hiburan juga pakai kartu kredit. Ketika pindah kerja dengan gaji yang lebih tinggi, kartu kredit saya mencapai limitnya dan harus segera dibayar. Selisih kenaikan gaji itu saya gunakan untuk melunasi, karena saya sudah memakai uang yang malah belum saya terima.
Cepat saya pahami, bersama kenaikan gaji, biaya kebutuhan juga semakin tinggi. Selama menjalani pekerjaan saya yang pertama, rasanya punya satu jins dengan tiga atasan yang dipakai bergantian tiap hari juga sudah cukup. Jabatan yang semakin meningkat membuat saya perlu pakaian yang lebih bagus. Saya diharuskan tampil “berwibawa”. Makan siang di sini, senang-senang di situ, lalu rapat di kedai kopi mewah.
Saya berusaha keras menentang lingkungan yang bersekongkol menjerat profesional muda ke jurang kebangkrutan. Saya selalu menghitung dalam hati sebelum memutuskan beli sesuatu. Terkadang saya hanya beli satu botol bir dan meminumnya sedikit-sedikit.
Sekarang, di mana pun, saya bisa menebak mana orang-orang yang di ambang kebangkrutan: vegetarian yang tidak makan salad pembuka, orang yang cuma minum air putih, atau junior yang mengaku sudah makan untuk menolak tawaran makan malam. Dan ketika, setelah makan bareng, orang yang bersama mereka dengan santainya mengajak untuk patungan, kelihatan mereka inilah yang pura-pura menunduk.
Saya juga pernah seperti itu. Kita tidak bisa menolak ajakan seperti itu karena nanti kita terkesan pelit. Jadi, terlepas dari apakah kita mampu membayar makanan yang memang kita pesan untuk kita sendiri, mau tidak mau kita juga harus ikut bayar makanan yang dipesan teman kita.
Kemudian, recehan logam terasa sangat berharga. Kita mencari-cari recehan yang menyelip di pojok sofa. Kita menunggu kantor sepi lalu naik bus pulang ke rumah.
Sekarang, saya kadang sengaja berpapasan dengan teman kantor yang masih junior dan bertanya, “Udah makan belum? Saya traktir kopi, yuk? Nanti pulangnya mau bareng, nggak?” Terkadang, mereka gengsi dan menolak tawaran itu. Terkadang juga, gengsi mereka runtuh dan mereka mengangguk.
Orang tua mereka, generasi yang jarang berdiskusi soal uang, mengajari mereka bahwa tidak ada harga yang terlalu mahal untuk kebahagiaan diri sendiri. Kalau orang tua mereka menelepon dan menawarkan diri mentransfer mereka uang, mereka bilang tak perlu, semuanya masih bisa diatur. “Iya, Pah, makannya dijaga kok, di kantor baik-baik saja.” Dibesarkan oleh orang tua yang mengorbankan segalanya untuk kebahagiaan mereka, anak-anak ini sebenarnya diam-diam belajar hidup prihatin.
Orang yang bisa melewati masa sulit selalu dilabeli “tangguh”, padahal “tangguh” berarti perut lapar dan isak tangis yang tertahan. Terkadang, saya merasa saya sudah melalui masa-masa itu.
Baru-baru ini, saya sedang mewawancarai seorang pelamar yang memotong pertanyaan saya hanya untuk bilang, “Sis, supir saya HP-nya lebih bagus dari punyamu,” sambil tertawa. “Beli iPhone, kek!”
Penampilan saya sudah mentereng. Saya punya rumah. Tabungan juga lebih dari cukup. Tapi bahan ledekan kok tidak juga berubah selama 10 tahun.
Bulan lalu, saya mulai nge-twit kaum miskin urban ini, dan banyak yang merespon, “saya juga”.
Satu orang mengaku bahwa selama tiga tahun di Jerman, dia cuma makan tomat, menghemat uang agar bisa beli coklat untuk keluarganya ketika pulang kampung. Ada yang bilang, “Semuanya baik-baik saja kok!” lewat telepon jarak-jauh ke kampung halaman hanya agar ibunya berpikir pengorbanan ibunya menjual gelang untuk ongkosnya mengembara tidak sia-sia.
Ada yang tidur di kasur single dan menyimpan sepatu kets di kolong meja kerja untuk dipakai jalan kaki sepanjang 8 km saat pulang kantor setiap malam.
Saya juga pernah dengar cerita soal anak-anak bagian pemasaran yang kelaparan setiap hari hanya untuk ngopi di hotel bintang lima.
Ada juga seorang ayah yang tidak pernah liburan selama 13 tahun hanya agar bisa membiayai pendidikan anaknya di luar negeri.
Ada yang pernah bertahan seharian hanya minum air dan menumpang di truk untuk berangkat ke kampus.
Ada yang dijuluki pelit karena tidak pernah makan di luar.
Di negara yang wabah kelaparan nyata terjadi di mana-mana, “kelaparan” yang semacam ini datangnya dari pilihan gaya hidup. Entah bagaimana, kita telah membangun budaya yang menempatkan penampilan sebagai nilai utama, hingga kita rela menghabiskan banyak uang untuk kelihatan kenyang ketimbang menyisihkan sedikit uang untuk benar-benar makan.
“Kelaparan” ini menyentuh setiap orang dengan cara yang berbeda-beda—bisa sementara atau selamanya, bisa ringan atau parah, bisa sekali atau berkali-kali. Tapi sekali kita menyadari hal itu di sekeliling kita, sulit sekali untuk mengabaikannya. Kita jadi anggota suatu kaum yang mengerti kenapa rekan kerja kita tumben-tumbennya bawa bekal makan, kelihatan kurusan, dan menghabiskan waktu sampai malam di kantor agar tidak perlu bayar jemputan. Kalau dahulu, walau sebentar, kita pernah merasakan “kelaparan” seperti itu, kita akan sadar bahwa ternyata semua orang pun begitu.
____
Catatan Kaki:
*) restoran roti mewah dari Brussel yang kini telah terwaralaba secara internasional
**) layanan transportasi daring yang populer di India
(Catatan Editor: Ini adalah terjemahan artikel “The Urban Poor You Haven’t Noticed: Millennials Who’re Broke, Hungry, But On Trend” yang ditulis Gayatri Jayaraman di laman Buzzfeed tanggal 5 Mei 2016. Artikel asli tulisan ini bersituasi di negara India. Nama tempat, mata uang, dan aspek lainnya menyesuaikan yang sebenarnya di India).

Anak-anak muda meyakini bahwa untuk menghasilkan banyak uang, kita harus menghabiskan banyak uang
Saya mulai menyadari hal ini sejak terkejut menyaksikan seorang pemenang kontes kecantikan level nasional tampil di klub malam remang-remang di Santacruz West. Kata teman yang mengajak saya ke situ, wanita itu mulai bekerja di sana waktu dia menunggu lowongan jadi artis Bollywood. Untuk dapat peran, dia harus sering terlihat melenggang di karpet merah dan pesta-pesta, makanya dia butuh beli sepatu hak tinggi dan gaun. Pertunjukan demi pertunjukan di klub itu memberikannya banyak uang. Jadilah klub itu sumber penghasilan utamanya.
Saya kenal seorang manajer pemasaran, masih muda, yang nekat kredit mobil waktu dapat gaji pertamanya tapi sekarang tidurnya di mobil. Gajinya habis untuk bayar kontrakan rumah dan cicilan mobil, tak tersisa untuk makan. Dia parkir di suatu tempat, tapi untungnya Mumbai masih tergolong kota yang aman.
Ada juga teman wartawan junior. Selama beberapa saat, dia jarang masuk kerja. Makin kelihatan kurus pula. Dia bilang itu karena dia jogging setiap sore. Tapi saat dia jarang muncul waktu makan siang, atau menyeruput kopi sepanjang hari, saya baru sadar. (Saya ngeh kalau ada yang janggal karena saya dulu pernah begitu juga.)
Saya whatsapp dia. Itu satu-satunya cara mengobrol empat mata tanpa ketahuan orang lain.
“Kamu punya uang untuk makan siang, gak?”
Ternyata dia memang lagi bokek.
Dia bilang kalau lagi punya uang, dia sabar-sabar menahan lapar biar bisa mampir ke Le Pain Quotidien* untuk beli sandwich sisa harian yang didiskon jadi 200 rupee atau sekitar Rp40 ribu kalau malam.
Padahal dengan uang segitu, dia bisa beli makanan di kantin. Tapi menurutnya, makan tidak lebih penting dibanding eksis untuk makan roti di Le Pain Quotidien.
Inilah kaum miskin urban, gejala yang lagi melanda sebagian besar orang India. Mereka sebenarnya sama sekali tidak “miskin”. Tapi mereka lapar dan bokek. Inilah wujud masyarakat metropolitan umur dua-puluhan yang terlalu memedulikan tekanan sosial di sekelilingnya dan menghabiskan hampir seluruh gajinya demi gaya hidup dan penampilan yang mereka yakini berpengaruh pada pekerjaan mereka.
Beban gaya hidup ini tidak bisa dicoret dari daftar pengeluaran mereka: baju-baju dan perawatan tubuh, kongkow dan makan malam di tempat mewah, biaya transport naik Ola** atau Uber karena harus kerja sampai jam satu pagi, dan tagihan kopi Starbucks yang harus dibeli buat ketemu klien. Tidak lupa, sepatu hak tinggi dan gaun.
Kalau saldo rekening sudah sekarat di tanggal 20-an, mereka berpikir balasannya tidak mungkin saat itu juga, tetapi nanti: waktu gaji naik, waktu dapat promosi jabatan, atau syukur-syukur orang tua lagi baik mau transfer uang.
Pengaruh mereka luas. Inspirasi mereka datangnya dari kisah para pengusaha muda yang pinjam uang dari perusahaan modal untuk membangun bisnis, yang katanya berhasil memutar setiap perak uang menjadi seratus kali lipat. Tapi kisah yang mereka dengar adalah tentang Mukesh Ambani, yang diwarisi perusahaan besar kemudian bisa membangun istana megah, bukannya tentang Dhirubhai, yang tinggal di rumah kecil dan membangun perusahaan besar. Kisah yang mereka dengar adalah tentang Katrina Kaif yang menghabiskan 50 ribu rupee atau sekitar Rp100 juta rupiah untuk mengecat rambutnya. Itulah sebabnya mereka meyakini bahwa untuk menghasilkan banyak uang, kita harus menghabiskan uang yang banyak pula.
Demi bisa kuliah di kampus yang bagus, kita rela keluar uang banyak untuk bayar semesterannya. Demi dapat pekerjaan, kita habiskan tabungan untuk sekolah sampai S3 kalau perlu. Demi promosi jabatan, kita beli jas dan minuman jamuan.
Kita berpenampilan demi pekerjaan yang diimpikan, tetapi lupa bahwa sebagian besar gaji kita yang terpangkas untuk itu seharusnya digunakan untuk berpenampilan sesuai pekerjaan yang sekarang.
Setiap koran dan media memasang tajuk utama tentang apa yang perlu kita makan, tampilkan, dan pakai untuk jadi sukses. Ke mana kita harus liburan, apa parfum yang kita pakai, mobil apa yang harus kita kendarai. Tapi mereka tidak mengajarkan kita cara membayarnya.
Apa yang tersisa di diri kita adalah segerombolan anak umur dua-puluhan yang berusaha lari meninggalkan identitas pengonsumsi nasi kucing dan es teh manis, demi disangka pengonsumsi burger dan kola. Dari situ kemudian lari lagi demi dikira penggemar keju dan champagne.
Waktu saya mulai tinggal mandiri, sekitar 15 tahun lalu, gaji saya cuma 10.000 rupee. Untuk kontrak rumah habis 4.000 rupee, penitipan anak 4.000 rupee, dan 2.000 rupee sisanya untuk ongkos dan listrik. Untuk belanja kebutuhan sehari-hari, saya pakai kartu kredit. Saya masih umur 25 tahun, anak saya satu tahun, dan kadang kami beli es krim, nonton bioskop, atau menikmati hiburan juga pakai kartu kredit. Ketika pindah kerja dengan gaji yang lebih tinggi, kartu kredit saya mencapai limitnya dan harus segera dibayar. Selisih kenaikan gaji itu saya gunakan untuk melunasi, karena saya sudah memakai uang yang malah belum saya terima.
Cepat saya pahami, bersama kenaikan gaji, biaya kebutuhan juga semakin tinggi. Selama menjalani pekerjaan saya yang pertama, rasanya punya satu jins dengan tiga atasan yang dipakai bergantian tiap hari juga sudah cukup. Jabatan yang semakin meningkat membuat saya perlu pakaian yang lebih bagus. Saya diharuskan tampil “berwibawa”. Makan siang di sini, senang-senang di situ, lalu rapat di kedai kopi mewah.
Saya berusaha keras menentang lingkungan yang bersekongkol menjerat profesional muda ke jurang kebangkrutan. Saya selalu menghitung dalam hati sebelum memutuskan beli sesuatu. Terkadang saya hanya beli satu botol bir dan meminumnya sedikit-sedikit.
Sekarang, di mana pun, saya bisa menebak mana orang-orang yang di ambang kebangkrutan: vegetarian yang tidak makan salad pembuka, orang yang cuma minum air putih, atau junior yang mengaku sudah makan untuk menolak tawaran makan malam. Dan ketika, setelah makan bareng, orang yang bersama mereka dengan santainya mengajak untuk patungan, kelihatan mereka inilah yang pura-pura menunduk.
Saya juga pernah seperti itu. Kita tidak bisa menolak ajakan seperti itu karena nanti kita terkesan pelit. Jadi, terlepas dari apakah kita mampu membayar makanan yang memang kita pesan untuk kita sendiri, mau tidak mau kita juga harus ikut bayar makanan yang dipesan teman kita.
Kemudian, recehan logam terasa sangat berharga. Kita mencari-cari recehan yang menyelip di pojok sofa. Kita menunggu kantor sepi lalu naik bus pulang ke rumah.
Sekarang, saya kadang sengaja berpapasan dengan teman kantor yang masih junior dan bertanya, “Udah makan belum? Saya traktir kopi, yuk? Nanti pulangnya mau bareng, nggak?” Terkadang, mereka gengsi dan menolak tawaran itu. Terkadang juga, gengsi mereka runtuh dan mereka mengangguk.
Orang tua mereka, generasi yang jarang berdiskusi soal uang, mengajari mereka bahwa tidak ada harga yang terlalu mahal untuk kebahagiaan diri sendiri. Kalau orang tua mereka menelepon dan menawarkan diri mentransfer mereka uang, mereka bilang tak perlu, semuanya masih bisa diatur. “Iya, Pah, makannya dijaga kok, di kantor baik-baik saja.” Dibesarkan oleh orang tua yang mengorbankan segalanya untuk kebahagiaan mereka, anak-anak ini sebenarnya diam-diam belajar hidup prihatin.
Orang yang bisa melewati masa sulit selalu dilabeli “tangguh”, padahal “tangguh” berarti perut lapar dan isak tangis yang tertahan. Terkadang, saya merasa saya sudah melalui masa-masa itu.
Baru-baru ini, saya sedang mewawancarai seorang pelamar yang memotong pertanyaan saya hanya untuk bilang, “Sis, supir saya HP-nya lebih bagus dari punyamu,” sambil tertawa. “Beli iPhone, kek!”
Penampilan saya sudah mentereng. Saya punya rumah. Tabungan juga lebih dari cukup. Tapi bahan ledekan kok tidak juga berubah selama 10 tahun.
Bulan lalu, saya mulai nge-twit kaum miskin urban ini, dan banyak yang merespon, “saya juga”.
Satu orang mengaku bahwa selama tiga tahun di Jerman, dia cuma makan tomat, menghemat uang agar bisa beli coklat untuk keluarganya ketika pulang kampung. Ada yang bilang, “Semuanya baik-baik saja kok!” lewat telepon jarak-jauh ke kampung halaman hanya agar ibunya berpikir pengorbanan ibunya menjual gelang untuk ongkosnya mengembara tidak sia-sia.
Ada yang tidur di kasur single dan menyimpan sepatu kets di kolong meja kerja untuk dipakai jalan kaki sepanjang 8 km saat pulang kantor setiap malam.
Saya juga pernah dengar cerita soal anak-anak bagian pemasaran yang kelaparan setiap hari hanya untuk ngopi di hotel bintang lima.
Ada juga seorang ayah yang tidak pernah liburan selama 13 tahun hanya agar bisa membiayai pendidikan anaknya di luar negeri.
Ada yang pernah bertahan seharian hanya minum air dan menumpang di truk untuk berangkat ke kampus.
Ada yang dijuluki pelit karena tidak pernah makan di luar.
Di negara yang wabah kelaparan nyata terjadi di mana-mana, “kelaparan” yang semacam ini datangnya dari pilihan gaya hidup. Entah bagaimana, kita telah membangun budaya yang menempatkan penampilan sebagai nilai utama, hingga kita rela menghabiskan banyak uang untuk kelihatan kenyang ketimbang menyisihkan sedikit uang untuk benar-benar makan.
“Kelaparan” ini menyentuh setiap orang dengan cara yang berbeda-beda—bisa sementara atau selamanya, bisa ringan atau parah, bisa sekali atau berkali-kali. Tapi sekali kita menyadari hal itu di sekeliling kita, sulit sekali untuk mengabaikannya. Kita jadi anggota suatu kaum yang mengerti kenapa rekan kerja kita tumben-tumbennya bawa bekal makan, kelihatan kurusan, dan menghabiskan waktu sampai malam di kantor agar tidak perlu bayar jemputan. Kalau dahulu, walau sebentar, kita pernah merasakan “kelaparan” seperti itu, kita akan sadar bahwa ternyata semua orang pun begitu.
____
Catatan Kaki:
*) restoran roti mewah dari Brussel yang kini telah terwaralaba secara internasional
**) layanan transportasi daring yang populer di India
Thursday, January 12, 2017
Kenaikan BBM Pada Januari 2017
Kemarin pada tanggal 5 Januari 2017 terdapat kabar bahwa harga BBM non-subsidi naik, adapun BBM yang naik adalah:
- Pertamax
- Pertamax Turbo
- Pertamax Plus
- Pertalite
- Pertamina Dex
- Dexlite
- Solar Keekonomian
Tuesday, December 6, 2016
Investasi Bunga Tinggi, Lebih Tinggi Dari Deposito, Mulai 100 ribu
Halo gans, saya mau share tentang investasi yang saat ini sedang saya jalani, saya sedang mengikuti investasi yang konsepnya adalah ada suatu wadah yang menghimpun orang-orang yang membutuhkan modal (entah untuk pendidikan, bisnis ataupun kesehatan) dengan orang-orang yang ingin menginvestasikan uangnya. Pada titik ini, saya berperan sebagai orang yang ingin menginvestasikan uang saya. Caranya sangat mudah sebagai investor, saya tinggal transfer uang saya ke mereka sejumlah Rp. xxx, lalu saya melakukan konfirmasi pembayaran dan menunggu uang saya masuk ke halaman website. Lalu setelah uang saya masuk ke halaman website, masuk ke menu "Telusuri" dan disana ada banyak daftar orang-orang yang sedang membutuhkan bantuan keuangan. Cara pembayaran peminjam adalah berupa cicilan, yang berarti setiap bulan mereka harus membayar hutang pokok ditambah dengan bunga, jadi dengan begini uang anda akan cepat kembali.
Tertarik? Begini cara mendaftarnya:
Tertarik? Begini cara mendaftarnya:
Monday, December 5, 2016
5 Desember 2016
Hai gans, heheheh dah lama ga nulis blog ini lagi, banyak update yg mesti tak taruh di sini, aku kasih summary nya yah:
- Umur pernikahan ku sudah 1 taun lebih, wow tak terasa
- Sudah beli rumah di desaku, dengan metode pembayaran cicilan ke mertua (ngutang ke mertua huehehehe)
- Saat ini lagi project bikin website property (sebelumnya website e commerce)
- Ada yang mau bikin software di aku di kota asalku, tapi masih belom tau kapan bisa ketemuan
- Nanti taun depan (mei 2017) mau pergi ke aussie
- Bulan oktober kemaren bener2 hectic, kerja 18 jam sehari tiap hari, ada 2 deadline
- Kakakku mau tunangan
Thursday, September 15, 2016
Tidak Mudah Menjadi Pria
Very touching, dengan profesi yg sama denganku.
===========================
Hampir sebulan ini, suami saya sibuk sekali. Biasanya kalau pulang kerja, dia pasti berburu game. Kalau weekend atau tanggal merah, juga pasti main game. Nah hampir sebulan ini gamenya membeku, tidak disentuh. 🤔
Suami saya seorang programmer, spesialis di bidang mobile aplikasi. Tapi dia sering rendah hati menyebut dirinya sebagai tukang ketik. Tidak seperti istrinya yang agent asuransi namun sering tinggi hati menyebut dirinya sebagai malaikat tanpa sayap, bahahahahaha...
😂
Dari dulu sampai sekarang, saya tidak pernah paham tentang pekerjaannya. Jika kupandang laptopnya, rasanya semua yang terpampang di layar sama semua. Berisi kode-kode ala programmer. Terlalu teknikal sekali buat saya yang terbiasa bekerja di dunia marketing. Maka dari itu saya bisa minta pendapatnya jika terkait pekerjaan saya, sedangkan dia tidak bisa minta pendapat saya jika terkait pekerjaannya. 😅
Hari ini libur nasional Idul Adha dan suami saya kembali berkutat dengan kode-kode di laptopnya. Saya menyetrika pakaian sambil sesekali melihat padanya yang begitu serius di depan laptop. Saya jadi berfikir bahwa suami saya ini hampir tidak pernah mengeluh sesibuk apapun beban pekerjaan yang dia tangani. Beda sekali dengan saya yang gemar berceloteh.
😁
Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu saya posting foto setrikaan yang menggunung dan ngedumel soal itu. Suami saya memang jarang sekali membantu pekerjaan rumah tangga, tapi saya bersyukur bahwa dia hampir tidak pernah menegur bahkan marah jika rumah dalam keadaan kotor atau berantakan. Mungkin dia tidak ingin membuat saya bertambah pusing. Hal simple seperti itu sudah cukup membuat hati saya nyaman.
😌
Saya tahu banyak sekali wanita yang sering menganggap dirinya menanggung beban berat dalam hidup entah itu ibu rumah tangga atau wanita menikah yang juga berkarir. Sesekali saya juga merasakan hal yang sama. Rasanya ingin teriak "Heiiii...tidak mudah menjadi wanita!" 🙅🏻
Tapi saya sadar menjadi pria pun tidak mudah. Sebagai kepala keluarga mereka memikul beban tanggungjawab financial yang semakin hari semakin berat. Dunia kerja begitu kompleks. Persaingan semakin ketat. Mereka perlu memutar otak dan bekerja sangat giat untuk dapat memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga tercinta. 👨👩👧👦
Saya punya beberapa kenalan teman pria yang terpaksa harus bekerja di luar kota bahkan di luar negeri demi istri dan si buah hati. Saya yakin mereka sebenarnya merasakan kesedihan tidak dapat berkumpul setiap waktu dengan keluarga. Apalagi jika hari ulang tahun atau hari raya tidak dapat pulang. Merindukan masakan istri, merindukan tangis dan tawa si kecil, juga merindukan suasana di negeri sendiri. Kalau boleh mengeluh, saya yakin mereka juga ingin sekali melakukannya.
😫
Tidak dapat dipungkiri bahwa wanita kerap rempong dengan hal remeh temeh. Suami lembur atau telat pulang, diinterogasi! Suami terima telp dari partner atau client perempuan, dicurigai! Suami sibuk kerja dan tidak bisa ajak liburan di long weekend, dingambeki! Suami lelah dan tidak bisa bantu pekerjaan rumah, dimarahi! Dsb...dsb...dsb...
😒
Dengan memahami bahwa menjadi pria ternyata juga tidak mudah, saya sangat berusaha untuk tidak membuat suami saya bertambah pusing dengan hal-hal sepele. Kalau saya tidak bisa membantu meringankan pekerjaannya, maka saya berusaha untuk tidak mempersulitnya. Sesekali saya juga menghiburnya dengan jokes. Senang dapat melihatnya tiba-tiba tersenyum ketika dahinya berkerut di depan laptop.
😊
No, I am not a perfect wife and i don't want to be perfect. I just want to be my self then I will be happy. I was learning, I am learning and I will learn to be a better woman. 🙋🏻
Cheers
Cici Shelly
Sharing is Good
Sumber
===========================
Hampir sebulan ini, suami saya sibuk sekali. Biasanya kalau pulang kerja, dia pasti berburu game. Kalau weekend atau tanggal merah, juga pasti main game. Nah hampir sebulan ini gamenya membeku, tidak disentuh. 🤔
Suami saya seorang programmer, spesialis di bidang mobile aplikasi. Tapi dia sering rendah hati menyebut dirinya sebagai tukang ketik. Tidak seperti istrinya yang agent asuransi namun sering tinggi hati menyebut dirinya sebagai malaikat tanpa sayap, bahahahahaha...
Dari dulu sampai sekarang, saya tidak pernah paham tentang pekerjaannya. Jika kupandang laptopnya, rasanya semua yang terpampang di layar sama semua. Berisi kode-kode ala programmer. Terlalu teknikal sekali buat saya yang terbiasa bekerja di dunia marketing. Maka dari itu saya bisa minta pendapatnya jika terkait pekerjaan saya, sedangkan dia tidak bisa minta pendapat saya jika terkait pekerjaannya. 😅
Hari ini libur nasional Idul Adha dan suami saya kembali berkutat dengan kode-kode di laptopnya. Saya menyetrika pakaian sambil sesekali melihat padanya yang begitu serius di depan laptop. Saya jadi berfikir bahwa suami saya ini hampir tidak pernah mengeluh sesibuk apapun beban pekerjaan yang dia tangani. Beda sekali dengan saya yang gemar berceloteh.
Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu saya posting foto setrikaan yang menggunung dan ngedumel soal itu. Suami saya memang jarang sekali membantu pekerjaan rumah tangga, tapi saya bersyukur bahwa dia hampir tidak pernah menegur bahkan marah jika rumah dalam keadaan kotor atau berantakan. Mungkin dia tidak ingin membuat saya bertambah pusing. Hal simple seperti itu sudah cukup membuat hati saya nyaman.
Saya tahu banyak sekali wanita yang sering menganggap dirinya menanggung beban berat dalam hidup entah itu ibu rumah tangga atau wanita menikah yang juga berkarir. Sesekali saya juga merasakan hal yang sama. Rasanya ingin teriak "Heiiii...tidak mudah menjadi wanita!" 🙅🏻
Tapi saya sadar menjadi pria pun tidak mudah. Sebagai kepala keluarga mereka memikul beban tanggungjawab financial yang semakin hari semakin berat. Dunia kerja begitu kompleks. Persaingan semakin ketat. Mereka perlu memutar otak dan bekerja sangat giat untuk dapat memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga tercinta. 👨👩👧👦
Saya punya beberapa kenalan teman pria yang terpaksa harus bekerja di luar kota bahkan di luar negeri demi istri dan si buah hati. Saya yakin mereka sebenarnya merasakan kesedihan tidak dapat berkumpul setiap waktu dengan keluarga. Apalagi jika hari ulang tahun atau hari raya tidak dapat pulang. Merindukan masakan istri, merindukan tangis dan tawa si kecil, juga merindukan suasana di negeri sendiri. Kalau boleh mengeluh, saya yakin mereka juga ingin sekali melakukannya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa wanita kerap rempong dengan hal remeh temeh. Suami lembur atau telat pulang, diinterogasi! Suami terima telp dari partner atau client perempuan, dicurigai! Suami sibuk kerja dan tidak bisa ajak liburan di long weekend, dingambeki! Suami lelah dan tidak bisa bantu pekerjaan rumah, dimarahi! Dsb...dsb...dsb...
Dengan memahami bahwa menjadi pria ternyata juga tidak mudah, saya sangat berusaha untuk tidak membuat suami saya bertambah pusing dengan hal-hal sepele. Kalau saya tidak bisa membantu meringankan pekerjaannya, maka saya berusaha untuk tidak mempersulitnya. Sesekali saya juga menghiburnya dengan jokes. Senang dapat melihatnya tiba-tiba tersenyum ketika dahinya berkerut di depan laptop.
No, I am not a perfect wife and i don't want to be perfect. I just want to be my self then I will be happy. I was learning, I am learning and I will learn to be a better woman. 🙋🏻
Cheers
Cici Shelly
Sharing is Good
Sumber
Thursday, August 4, 2016
Tax Amnesty 2016 & Cara Perhitungan Harta SPT
Just Info : Di depan 10.000 peserta sosialisasi tax amnesty yang hadir, Sri Mulyani mengingatkan masyarakat yang selama ini menyimpan uangnya di luar negeri, dan menghindari pajak.
"Saya ingin sampaikan, kalau selama ini Bapak Ibu merasa nyaman menyembunyikan duit di bawah bantal atau pun di luar negeri untuk menghindari pajak. Bapak-Ibu perlu diketahui dunia hari ini, semua menteri keuangan di seluruh dunia sedang mencari pajak. Dicari di Amerika dia lari ke Inggris, dicari ke Inggris dia lari ke Italia, dicari ke Italia dia lari terus," papar Sri Mulyani dalam acara sosialisasi yang dilakukan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/8/2016).
Mantan Direktur Bank Dunia ini menyatakan, pengusaha saat ini sudah sangat ahli menghindari pajak. Namun para menteri keuangan sekarang juga sudah ahli. "Para menteri keuangan seluruh dunia sudah berkomitmen untuk melakukan pertukaran data pajak secara otomatis. Bapak atau Ibu yang menghindari pajak ke mana pun di seluruh dunia akan saling lapor, sehingga tidak ada tempat untuk bersembunyi," kata Sri Mulyani. "Sekarang dunia berkomitmen, Bapak Ibu yang tenang duitnya ada entah di mana, hati-hati kami sudah menerapkanautomatic exchange," imbuhnya.
Memang mulai 2018 nanti akan ada pertukaran data otomatis di dunia demi kepentingan pajak. Jadi tidak ada lagi yang bisa diam-diam menyimpan dananya di luar negeri tanpa terlacak. Karena itu, ujar Sri Mulyani, dia menyarankan agar masyarakat yang belum menyampaikan seluruh hartanya dengan benar di surat pemberitahuan (SPT) untuk ikut tax amnesty. Alasannya, tarif tebusannya murah.
"Manfaatkan sekarang, karena rate-nya (tebusan) sangat kecil. Sampai akhir September adalah rate paling rendah hanya 2 persen," ungkapnya. Tgl 1 july - 30 sept adalah tahap 1 dgn tebusan hanya 2 persen dari jumlah kekayaan Tgl 1 oct - 31 dec adalah tahap 2 dgn tebusan hanya 3 persen dari jumlah kekayaan Tgl 1 jan - 30 maret adalah tahap 3 dgn tebusan hanya 5 persen dari jumlah kekayaan Jika kita ga melakukan tax amensty kali ini maka semua data perbankan kita akan lgs bisa dilacak mulai tahun 2018 bahkan diluar negeri sekalipun.
Dan akan dikenakan pajak yg sangat tinggi kepada penggelapan wajib pajak Sepintas tentang tax amnesty Untuk tax amnesty :
1. Asuransi = hanya dilaporkan yang ada unitlink saja, akumulasi premi s/d desember 2015
2. Mobil = harga mobil bekas per 31/12/15
3. Rumah = harga Dalam NJOP 2015 + BPHTB 5% x njop dan harus dbaliknama max 31 desember 2017 jika tidak maka akan dikenakan PPh biasa
4. Hutang = max 50% harta bersih u org pribadi, max 75% u/ badan hukum
5. Saham = nilai per 31/12/15
6. Emas = jika lantakan maka mengikuti harga antam per 31/12/15, jika berbentuk perhiasan, mengikuti harga kewajaran.. Misalnya perhiasan emas kadar 80% per gram 400rb x 10kg * jika ikut tax amnesty, seluruh penghasilan , PPn, mutasi rekening di bawah 31 desember 2015 akan diputihkan/ tidak diperiksa pajak * harta yg tidak diikutkan tax amnesty, dikemudian hari akan dikenakan PPh + denda 200% jadi max sekitar 60% dari nilai harta * wajib pajak yg menjual rumah/ tanah lebih dari 1x / tahun dan nilai di atas 4,8M akan dikenakan PPN * untuk tax amnesty akan dilihat 3 tahun mendatang (2017-2019) apakah harta yg dilaporkan dalam TA , sesuai tidak? Jika tidak sesuai (markup) maka TA akan dibatalkan dan pajak yg disetor tidak dapat ditarik kembali / dikompesasikan di pajak tahun2 berikut
Mantan Direktur Bank Dunia ini menyatakan, pengusaha saat ini sudah sangat ahli menghindari pajak. Namun para menteri keuangan sekarang juga sudah ahli. "Para menteri keuangan seluruh dunia sudah berkomitmen untuk melakukan pertukaran data pajak secara otomatis. Bapak atau Ibu yang menghindari pajak ke mana pun di seluruh dunia akan saling lapor, sehingga tidak ada tempat untuk bersembunyi," kata Sri Mulyani. "Sekarang dunia berkomitmen, Bapak Ibu yang tenang duitnya ada entah di mana, hati-hati kami sudah menerapkanautomatic exchange," imbuhnya.
Memang mulai 2018 nanti akan ada pertukaran data otomatis di dunia demi kepentingan pajak. Jadi tidak ada lagi yang bisa diam-diam menyimpan dananya di luar negeri tanpa terlacak. Karena itu, ujar Sri Mulyani, dia menyarankan agar masyarakat yang belum menyampaikan seluruh hartanya dengan benar di surat pemberitahuan (SPT) untuk ikut tax amnesty. Alasannya, tarif tebusannya murah.
"Manfaatkan sekarang, karena rate-nya (tebusan) sangat kecil. Sampai akhir September adalah rate paling rendah hanya 2 persen," ungkapnya. Tgl 1 july - 30 sept adalah tahap 1 dgn tebusan hanya 2 persen dari jumlah kekayaan Tgl 1 oct - 31 dec adalah tahap 2 dgn tebusan hanya 3 persen dari jumlah kekayaan Tgl 1 jan - 30 maret adalah tahap 3 dgn tebusan hanya 5 persen dari jumlah kekayaan Jika kita ga melakukan tax amensty kali ini maka semua data perbankan kita akan lgs bisa dilacak mulai tahun 2018 bahkan diluar negeri sekalipun.
Dan akan dikenakan pajak yg sangat tinggi kepada penggelapan wajib pajak Sepintas tentang tax amnesty Untuk tax amnesty :
1. Asuransi = hanya dilaporkan yang ada unitlink saja, akumulasi premi s/d desember 2015
2. Mobil = harga mobil bekas per 31/12/15
3. Rumah = harga Dalam NJOP 2015 + BPHTB 5% x njop dan harus dbaliknama max 31 desember 2017 jika tidak maka akan dikenakan PPh biasa
4. Hutang = max 50% harta bersih u org pribadi, max 75% u/ badan hukum
5. Saham = nilai per 31/12/15
6. Emas = jika lantakan maka mengikuti harga antam per 31/12/15, jika berbentuk perhiasan, mengikuti harga kewajaran.. Misalnya perhiasan emas kadar 80% per gram 400rb x 10kg * jika ikut tax amnesty, seluruh penghasilan , PPn, mutasi rekening di bawah 31 desember 2015 akan diputihkan/ tidak diperiksa pajak * harta yg tidak diikutkan tax amnesty, dikemudian hari akan dikenakan PPh + denda 200% jadi max sekitar 60% dari nilai harta * wajib pajak yg menjual rumah/ tanah lebih dari 1x / tahun dan nilai di atas 4,8M akan dikenakan PPN * untuk tax amnesty akan dilihat 3 tahun mendatang (2017-2019) apakah harta yg dilaporkan dalam TA , sesuai tidak? Jika tidak sesuai (markup) maka TA akan dibatalkan dan pajak yg disetor tidak dapat ditarik kembali / dikompesasikan di pajak tahun2 berikut
Monday, April 25, 2016
Urus Sertifikat Tanah Sekarang Ternyata Cukup Rp. 50.000 Saja!
Menurut Menteri ATR/BPN, dengan mengurus sendiri tanpa ada perwakilan atau bahkan juga calo, sistem penerbitan sertifikat justru lebih mudah.
"Pertama, datang ke loket BPN, kelak di beri barcode atau PIN. Bila ketemu si A, si B, ya kita sulit (mencarinya), " tutur Ferry di Garut, Jawa Barat, Rabu (13/4/2016).
Ia menerangkan, bila orang-orang mengurusi sendiri ke loket BPN serta disuruh membayar beberapa dana, minta buktinya.
Pasalnya, semua besaran biaya service pertanahan sudah ditata dalam Ketentuan Pemerintah (PP) Nomer 128 Th. 2015 mengenai Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
PP ini jadi standard biaya yang diputuskan untuk administrasi mengurusi tanah, yakni Rp 50. 000.
Waktu orang-orang telah memperoleh barcode atau PIN, semestinya administrasi usai maksimal tujuh hari. Bila pada hari ke-8 belum usai, orang-orang dapat menyampaikan kembali pada BPN.
"Kami dapat lacak karenanya ada barcode dengan cara on-line. Maka dari itu, bila beli tanah, bertanya BPN, " papar Ferry.
Oknum BPN
Disamping itu, berkaitan ada oknum BPN yang memohon beberapa biaya diluar dari ketetapan yang berlaku, Ferry menyatakan akan memberikan sanksi.
Pemungutan dana diluar dari ketetapan ini, menurut dia, masuk dalam kelompok k0rupsi serta mesti selekasnya ditindak.
Karenanya, Ferry mengimbau orang-orang supaya tidak lagi memikirkan negatif masalah BPN yang senantiasa memungut dana besar atau keluarkan sertifikat dalam waktu lama.
"Bila kita terus-menerus memikirkan BPN lama mengurusinya, itu ciri-ciri orang yang biasanya menghindari ke BPN. Kami tantang datang sendiri ke BPN, segera serta janganlah diwakili, " ucap Ferry.
Thursday, April 7, 2016
Enam Kesalahan Persepsi Tentang Bisnis
Ketika saya mendorong mahasiswa untuk bersiap memasuki dunia kerja
dengan membekali diri dengan berbagai kompetensi, selalu ada saja yang
berkomentar,”Ngapain cari kerja? Ciptakan dong lapangan kerja. Kita jadi
pengusaha.”
Kedengarannya gagah, tapi pernyataan itu bolong besar. Ketika saya katakan “bekerja” tentu saja maksud saya juga meliputi bagian “bekerja mandiri”, salah satu bentuknya adalah jadi pengusaha. Kenapa harus dianggap berbeda?
Ini adalah kesalahan persepsi pertama soal berbisnis. Ada beberapa motivator seperti Bob Sadino atau Purdi Chandra yang terlalu bersemangat mendorong orang untuk berbisnis, sampai terbangun kesan bahwa berbisnis itu tidak perlu pintar, tidak perlu kompeten. Salah!
Kedengarannya gagah, tapi pernyataan itu bolong besar. Ketika saya katakan “bekerja” tentu saja maksud saya juga meliputi bagian “bekerja mandiri”, salah satu bentuknya adalah jadi pengusaha. Kenapa harus dianggap berbeda?
Ini adalah kesalahan persepsi pertama soal berbisnis. Ada beberapa motivator seperti Bob Sadino atau Purdi Chandra yang terlalu bersemangat mendorong orang untuk berbisnis, sampai terbangun kesan bahwa berbisnis itu tidak perlu pintar, tidak perlu kompeten. Salah!
Wednesday, March 23, 2016
Mendapat Dollar Dari Internet
Halo gans,
Saya ingin berbagi cara mendapatkan dollar dari internet gratis, coba deh agan pikir, kita sekarang berapa lama di depan komputer, entah ngapain aja, buka facebook, buka pinterest, instagram, twitter dan lain2.
Apakah salah? Tidak sama sekali, tapi saya ingin memberikan sesuatu yang berbeda yaitu dengan membuat waktu kita di dunia internet menjadi produktif. Atau dengan kata lain bekerja secara online.
Apakah bekerja secara online membayar?
Jawaban: Tidak, namanya kerja ya kita yang dibayar donk
Apa semua orang bisa ikut kerja?
Jawaban: Bisa, cuman butuh keuletan, ketekunan, tidak pernah putus asa, sabar dan rajin
Apa sih CAPTCHA itu?
Jawaban: CAPTCHA adalah Telling Humans and Computers Apart Automatically, yang berarti sebuah sistem untuk memastikan apakah yang bersangkutan adalah manusia tulen atau komputer
Baiklah, akan saya jelaskan cara kerja dari kerja online ini.
Anda semua dibayar berdasarkan berapa banyak yang sudah anda ketik di komputer.
Apa yang diketik? Yang diketik adalah gambar yang berisi muatan tulisan, dan yang ditulis adalah tulisan yang ada di dalam gambar tersebut.
Mudah bukan? Tunggu apa lagi? Daftar sekarang dan mulailah bekerja untuk kebebasan finansial anda
Saya ingin berbagi cara mendapatkan dollar dari internet gratis, coba deh agan pikir, kita sekarang berapa lama di depan komputer, entah ngapain aja, buka facebook, buka pinterest, instagram, twitter dan lain2.
Apakah salah? Tidak sama sekali, tapi saya ingin memberikan sesuatu yang berbeda yaitu dengan membuat waktu kita di dunia internet menjadi produktif. Atau dengan kata lain bekerja secara online.
Apakah bekerja secara online membayar?
Jawaban: Tidak, namanya kerja ya kita yang dibayar donk
Apa semua orang bisa ikut kerja?
Jawaban: Bisa, cuman butuh keuletan, ketekunan, tidak pernah putus asa, sabar dan rajin
Apa sih CAPTCHA itu?
Jawaban: CAPTCHA adalah Telling Humans and Computers Apart Automatically, yang berarti sebuah sistem untuk memastikan apakah yang bersangkutan adalah manusia tulen atau komputer
Baiklah, akan saya jelaskan cara kerja dari kerja online ini.
Anda semua dibayar berdasarkan berapa banyak yang sudah anda ketik di komputer.
Apa yang diketik? Yang diketik adalah gambar yang berisi muatan tulisan, dan yang ditulis adalah tulisan yang ada di dalam gambar tersebut.
Mudah bukan? Tunggu apa lagi? Daftar sekarang dan mulailah bekerja untuk kebebasan finansial anda
Setelah agan mendaftar, maka agan bisa memulai bekerja dengan memilih menu "Start Work" (1) dan pilih "Start" (2) untuk memunculkan gambar yang akan di ketik dan pastikan untuk memilih "Normal Captcha + ReCaptcha" (4).
Untuk "Balance" (3) adalah jumlah uang yang sudah agan kumpukan sejauh ini.
Sistem akan secara otomatis stop jika agan tidak melakukan pengetikan. Dan jika salah mengetikkan chapta jangan kawatir, sistem akan stop, dan
agan bisa mulai bekerja dengan klik start lagi tanpa kehilangan
penghasilan agan sebelumnya.
Uang yang sudah agan kumpulkan bisa di tarik (withdraw) di menu "Payment History" dan bisa ditarik melalui WebMoney, Payza, Perfect Money maupun Bitcoin.
Saya sarankan menggunakan Webmoney saja. Kenapa? karna minimal penarikan dananya kecil, yaitu 0.5 $ aja.
Beberapa menit saja agan bekerja sudah bisa merasakan manisnya
penghasilan agan di rekening web money agan.
Monday, March 7, 2016
Cara Memasak Sayur Bayam Dengan Benar
1. Jangan dipanaskan ulang
Bayam banyak mengandung zat besi atau senyawa ferro (Fe2+) yang baik bagi tubuh. Namun, jika dipanaskan ulang, akan terjadi proses oksidasi pada sayur bayam. Oksidasi adalah proses pengikatan oksigen. Maka Fe2+ akan berubah menjadi Fe3+ atau senyawa ferri yang beracun bagi tubuh.
2. Segera dimakan
Selain mengandung besi, bayam juga mengandung nitrat (NO3). Tetapi jika terlalu lama bersentuhan dengan udara, akan berubah menjadi nitrit (NO2) yang bersifat senyawa tidak berwarna, tidak berbau, dan yang lagi-lagi beracun. Maka, sayur bayam harus segera dimakan begitu matang. Sayur bayam yang sudah dimasak lebih dari lima jam jangan dimakan lagi.
3. Pilih bayam segar
Bayam segar yang baru dicabut dari persemaiannya mengandung senyawa nitrit kira-kira sebanyak 5 mg per kg. Bila bayam disimpan di lemari es selama dua minggu, kadar nitrit akan meningkat sampai 300 mg per kg. Dengan kata lain, dalam 1 hari penyimpanan, senyawa nitrit akan sebesar 7 persen.
4. Gunakan panci ”stainless steel”
Jangan memasak bayam di panci besi/aluminium karena senyawa ferro tadi akan bereaksi dengan bahan panci besi atau aluminium.
Bayam banyak mengandung zat besi atau senyawa ferro (Fe2+) yang baik bagi tubuh. Namun, jika dipanaskan ulang, akan terjadi proses oksidasi pada sayur bayam. Oksidasi adalah proses pengikatan oksigen. Maka Fe2+ akan berubah menjadi Fe3+ atau senyawa ferri yang beracun bagi tubuh.
2. Segera dimakan
Selain mengandung besi, bayam juga mengandung nitrat (NO3). Tetapi jika terlalu lama bersentuhan dengan udara, akan berubah menjadi nitrit (NO2) yang bersifat senyawa tidak berwarna, tidak berbau, dan yang lagi-lagi beracun. Maka, sayur bayam harus segera dimakan begitu matang. Sayur bayam yang sudah dimasak lebih dari lima jam jangan dimakan lagi.
3. Pilih bayam segar
Bayam segar yang baru dicabut dari persemaiannya mengandung senyawa nitrit kira-kira sebanyak 5 mg per kg. Bila bayam disimpan di lemari es selama dua minggu, kadar nitrit akan meningkat sampai 300 mg per kg. Dengan kata lain, dalam 1 hari penyimpanan, senyawa nitrit akan sebesar 7 persen.
4. Gunakan panci ”stainless steel”
Jangan memasak bayam di panci besi/aluminium karena senyawa ferro tadi akan bereaksi dengan bahan panci besi atau aluminium.
Thursday, March 3, 2016
Friday, November 27, 2015
Logika Dagang
Logika dagang :
uang 1 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 10 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 100 jt untuk apa ? jawab = modal
uang 300 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 500jt untuk apa ? jawab = modal
uang 1 Miliar untuk apa ? jawab = modal....
kalo 2 Miliar untuk apa ? jawab, modal juga ....
Modal disini adalah dalam artian cashflow, yg sudah bergerak.
uang 1 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 10 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 100 jt untuk apa ? jawab = modal
uang 300 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 500jt untuk apa ? jawab = modal
uang 1 Miliar untuk apa ? jawab = modal....
kalo 2 Miliar untuk apa ? jawab, modal juga ....
Modal disini adalah dalam artian cashflow, yg sudah bergerak.
kok sudah sebanyak itu selalu dijawab untuk modal kerja ?...
kapan beli rumah ? kapan beli mobil baru ? kapan liburan ? gak kebeli-beli donk rumah ?...
1. jangan terlalu cepat mengkonversi hasil usaha, ke dalam aset2 real, disaat sedang merangkak dari bawah, nikmati saja terus perbanyak barang dagangan, toko dibikin cabang, tambah lagi bisnis disektor lain, sebenernya kalau hanya ingin naik kendaraan mewah, anda sewa saja uber , kemana anda ingin tuju, tapi kalau menikmati mengolah cashflow uang, untuk dibikin bidang2 bisnis, itu baru asik, dan akhirnya seorang pengangguran berubah menjadi orang yang super sibuk, mengurus berbagai macam lini bisnisnya.
2. banyak sekali orang diluar sana yang kalau untuk urusan gadget, kendaraan, untuk niat nya biar gaya, itu nomor satu, tapi keluar modal untuk usaha yg akan di buatnya 10 juta saja, mikirnya bukan kepayang, sedangkan membeli handphone seharga 10 jt saja dibela2in kredit, ini adalah mindset kebalik, menurut saya, dalam logika dagang, modal dan terus memperbesar cashflow lah yg menjadi prioritas, sembari terus bertahan , dan mengembangkan usaha di berbagai sektor.
3. bisnis itu semacam punya anak, bisnis pertama bisnis kedua , bisnis ketiga, jika bisnis pertama cukup untuk membiayai hidup anda setiap bulan, atau bahkan cukup untuk membiayai hidup anda setiap tahun, maka bisnis nomor 2 adalah untuk hal yang lainnya, dengan begitulah banyak pedagang itu nabung secara gak sadar, karena bisnis 1 , dan bisnis 2, dimana bisnis 1 untuk operasional rumah tangga, bisnis nomor 2, untuk ditabung, atau untuk membuka bisnis ke 3, yang penting kalau bisnisnya sudah ada 5 macam, jangan untuk istri ke dua dan istri ke tiga, istri maksimal 1.
4. jika anda mengelola bisnis dengan baik, dan sudah berjalan dengan lama, uang 200 juta, bisa untuk penghasilan anda 10juta - 30 juta setiap bulannya, ditambah lagi, anda ditahun ke 3, uang 200 jt tersebut sudah kembali ketangan anda, untuk di bikin kan bisnis lainnya, disana lah orang mulai melihat anda sibuk,
5. inti dari bisnis adalah melayani, pelayanan, serta share, sehingga orang lain rela mengeluarkan uang untuk membayar jasa/ produk anda, disanalah sudah sewajarnya apabila anda lihat gedung2 tinggi di sudirman jakarta, ya mereka itu mempunyai services, core, organisasi, yang membuat orang memakai jasa mereka, membeli produk mereka, kunci nya adalah jual dan beli, lalu broker, hanya 3 itu saja.
6. kekuatan modal finansial yang tidak di dukung dengan keputusan yg jernih, serta support sdm didalamnya yang baik, dan management yg baik, hanya akan merusak dan memperkecil modal, alias modal bisa menyusut, so ? kalau anda melihat orang yg sudah berdagang, lama, dan akhirnya besar, bisa jadi karena pinjaman bank, suntikan dana , namun bisa jadi karena, dia mengelola bisnsi dan usahanya dengan baik, karena modal akan bertambah dengan sendirinya, seiring dengan profit yang disisihkan untuk di putar ke roda gila cashflow, percuma saja ditanam modal 1 milyar rupiah, ketika dikelola dengan buruk, bisa-bisa di balikin, tinggal bersisa 10 jt, namun lain hal dengan orang yg memulai dengan baik usaha di modal 10jt, bisa jadi 3-5 tahun berjalan sudah di angka 500jt bahkan lebih, karena pengelolaannya sangat baik. so apa yang anda pikirkan dengan usaha anda sekarang? .. membuat bola salju dari sisi cashflow adalah sangat penting dan erat kaitannya dengan pelayanan serta service.
7. banyak orang yg sdh berpengalaman dagang, dengan uang 10 jt mereka bisa ciptakan 2 jt setiap bulan, alias dengan cashflow 100 jt pun 20jt setiap bulan didapat, dan seterusnya, untuk itu lah apabila anda depositokan uang 1M anda di bank, itu hanya dapat sekitar 4 juta rupiah tiap bulan, uang anda tidak ada artinya di depositokan, . . dari sini lah orang mulai berusaha mencari akal, mengutak atik, cara-cara agar bisa jauh diatas angka deposito, apakah nama cara itu ? nama caranya , berdagang / berwiraswasta / berusaha , jadi mengusahakan yang belum ada.
8. Kesaktian-kesaktian roda usaha dan roda bisnis, perusahaan perusahaan besar, yang membuat lulusan S1 FG, menyerah dan langsung meng-apply job ke perusahaan multinasional, sebegitu mengerikannya idealisme dibunuh atau terbunuh , dan langsung menyerah, ya memang begitu, realistis dan cepat, dan ingat, itu lah saktinya modal yang unlimited, namun jika anda berusaha / berdagang , melihat kompetitor mempunyai cashflow dan modal yg kuat, jangan patah semangat, hukum bola salju adalah, modal 10 jt pun akan jadi modal 100jt, jika anda mengelola dengan benar, tetapi sebaliknya jika anda tanamkan 100jt, itu akan menjadi 10 jt, cepat atau lambat, selama pengaturan sdm , management anda buruk, karena yang namanya gaji karyawan, sewa kantor, operasional, dan sebagainya itu semua di biayai dari ujung tombak perusahaan yaitu penjualan. kembali lagi semua itu kembali ke jual beli dan calo.
9. Sibuk melihat , menakar, mengira2, berapa modal saingan saya, itu akan sangat membantu saingan anda untuk mengalahkan anda, tanpa perlu berbuat apa-apa ke anda, karena anda terlalu sibuk dengan lihat lihat tetangga, dan anda tidak paham dengan hukum bola salju, dimana bola salju itu adalah sesuatu perjuangan keras, melawan waktu, melawan zaman, melawan semuanya, sehingga menjadi besar. ditambah pula anda memperlihatkan secara gamblang kelemahan mental anda, kepada kompetitor anda, kelemahan mental lebih mahal harganya ketimbang kelemahan anda kekurangan modal usaha, karena mental itu ibarat bahan bakar sekelas avtur pesawat, sementara kelemaham modal itu ibarat bahan bakar minyak tanah, perbandingannya. toh kalau posisinya langsung dibalik ke anda, pun bisa jadi bukan profit yang anda dapat malah hutang yg anda dapat di akhir, karena, perbekalan amunisi terlalu cepat, tidak sebanding dengan kemampuan managerial dan softskill anda berkembang. (bodoh) lebih tepatnya.
10. orang jualan koran bekas, bisa naik haji, orang jualan bubur buka dari jam 6 sampai jam 12 malam, bisa nyekolahin anaknya sampai keluar negri, orang jualan keripik pedas, cemilan dan kudapan, sekarang usaha properti dimana2, orang jualan bawang goreng, dimasukan kedalam toples plastik, sekarang pegang supply ke 2 hotel, orang jualan rak kayu dan aneka display, sekarang supply ke toko2 besar seperti gramedia, toyskingdom, toyscity, orang jualan ..... orang jualan ...... orang jualan ....... bla bla bla bla bla, semua kembali ke mengelolanya, memanagenya, dan lihat background bagaimana segempalan tangan bola salju yang pada saat awal bisnisnya sekarang sudah menjadi sebesar meteor yang sangat besar, kalau lah jualan kuaci tidak menguntungkan, maka anda tidak bisa menemukan kuaci2 di supermarket, mau merek cap gajah, bunga matahari, dan lainnya,
so, jualan apakah anda ?....
11. Seberapa kuat anda ingin sama persis dengan kompetitor anda ? memangnya anda mesin foto kopi ?, tanggal lahir, jam , tempat dibesarkan saja sudah beda, muka aja udah beda, bagaimana bisa anda mau tumpek blek copas sama persis ? setiap manusia punya otak, akal, fikiran, ide, kreatifitas, emosional, gagasan yang berbeda2, anda cukup ambil saja garis besar di bagian paling belakangnya, apakah itu ? cetak saja skor skor an uang nantinya berapa, tanpa perlu sama persis dengan kompetitor anda. semua ada jalan dan gaya masing2, satu2 nya orang yg bisa mengcopas persis sama seperti contohnya adalah si owner atau foundernya sendiri., bukan orang lain seperti anda.
12. ada tersirat 1 sukses mematikan 10 lainnya, adapula tersirat, 1 sukses , 10 yang lainnya ikut terbawa sukses, tentunya apabila tidak ada konflik interest yang beradu didalamnya, pakai saja cara anda masing-masing dalam memperbesar bola salju, karena hukum tersirat ini, memang benar ada tapi terkecuali untuk yang punya jalan dan pintar jeli mengambil celah di antara tembok, dinding yang tebal.
13. usaha / dagang yg hebat itu yg mampu bertahan dekade demi dekade, bukan dilihat dari apa yg sudah anda pamerkan ke orang2 dekat sekitar anda dari usaha anda. percuma anda pamer2 tetapi usaha anda dijadikan sapi perah untuk glamour dan gaya hidup anda. masih adakah usaha anda di 10 tahun kedepan ?
14. anda teriak modal kecil, gak bisa gerak, gk ada modal, gk ada modal, yakin ketika ada modal anda bisa seperti yang anda lihat ? , penambahan modal berarti penambahan workload, penambahan jam kerja, penambahan effort, penambahan kesibukan, penambahan pelanggan, penambahan setoran, penambahan aktifitas, urus saja aktifitas modal anda yg 10 jutaan itu dulu (contoh). semua melalui tahapan, proses tangga demi tangga.
15. jangan pernah anda melihat gaya konglomerat, / anak konglomerat / orang besar membuka bisnis, yang langsung menggeolontorkan dana ratusan juta , milyaran bahkan puluhan miyar hingga ratusan, mereka itu sudah punya softskill, pengalaman, serta jangan lupa, itu mungkin bisnis mereka yang ke 10, dan sudah di perhitungkan oleh risk management, dan di analisis feasible studinya, serta kalau amsiong pun ada 9 pelor lagi, buat anda yang masih lahiran anak bisnis 1, 2 , ya anda sendiri donk yang turun tangan perhitungkan semuanya, lagipula justru mereka itu sudah memperhitungkan menggelontorkan dana 10 milyar untuk jadi si bola salju itu 50 milyar atau lebih, makanya sampai bayar orang untuk memperhitungkan segala sesuatunya agar tidak salah, tetap saja intinya perkembangan, pertambahan, pertumbuhan, pembesaran. mereka punya kepentingan untuk menghitung sedetil mungkin agar tidak menyusut 1 mili meter pun ketika bola salju itu di jalankan.
16. inti dari pengusaha, wiraswasta, pedagang, itu hampir2 sama, sama2 mengusahakan yang belum ada menjadi ada, apakah itu yang belum ada menjadi ada ? yaa gak usah basa basi mencla mencle, jelas lah cashflow, putarn uang, didalam roda gila permainan usaha, bisnis, dagang, aktifitas jualbeli itu lah,
dulu main di awal 1 juta, sekarang bisa gak bertumbuh jadi main di 10 juta, dulu main di 10 juta, bisa gak sekarang jadi main di 100juta, sekarang main di 100 juta, bisa gak besok main di 500 juta ? ... nah kalau anda main 100 jt, anda ambil yang menjadi hak anda 10-20 juta, sah toh ? sahhhhhhh.... belum ada saya dengar pengusaha itu dulu main 100 juta, sekarang dia maunya main 10 juta, bahkan dulu main 100 jt, sekarang main 100 jt aja, si pengusaha udah stress karena itu menyalahi hukum bola salju. dalam artian usaha nya stagnan. kalau diawal anda main 10 juta, di akhir malah hutang 10 juta, anda ini sedang mengusahakan apa toh ?.
masih percayakah anda terhadap hukum bola salju ?
kapan beli rumah ? kapan beli mobil baru ? kapan liburan ? gak kebeli-beli donk rumah ?...
1. jangan terlalu cepat mengkonversi hasil usaha, ke dalam aset2 real, disaat sedang merangkak dari bawah, nikmati saja terus perbanyak barang dagangan, toko dibikin cabang, tambah lagi bisnis disektor lain, sebenernya kalau hanya ingin naik kendaraan mewah, anda sewa saja uber , kemana anda ingin tuju, tapi kalau menikmati mengolah cashflow uang, untuk dibikin bidang2 bisnis, itu baru asik, dan akhirnya seorang pengangguran berubah menjadi orang yang super sibuk, mengurus berbagai macam lini bisnisnya.
2. banyak sekali orang diluar sana yang kalau untuk urusan gadget, kendaraan, untuk niat nya biar gaya, itu nomor satu, tapi keluar modal untuk usaha yg akan di buatnya 10 juta saja, mikirnya bukan kepayang, sedangkan membeli handphone seharga 10 jt saja dibela2in kredit, ini adalah mindset kebalik, menurut saya, dalam logika dagang, modal dan terus memperbesar cashflow lah yg menjadi prioritas, sembari terus bertahan , dan mengembangkan usaha di berbagai sektor.
3. bisnis itu semacam punya anak, bisnis pertama bisnis kedua , bisnis ketiga, jika bisnis pertama cukup untuk membiayai hidup anda setiap bulan, atau bahkan cukup untuk membiayai hidup anda setiap tahun, maka bisnis nomor 2 adalah untuk hal yang lainnya, dengan begitulah banyak pedagang itu nabung secara gak sadar, karena bisnis 1 , dan bisnis 2, dimana bisnis 1 untuk operasional rumah tangga, bisnis nomor 2, untuk ditabung, atau untuk membuka bisnis ke 3, yang penting kalau bisnisnya sudah ada 5 macam, jangan untuk istri ke dua dan istri ke tiga, istri maksimal 1.
4. jika anda mengelola bisnis dengan baik, dan sudah berjalan dengan lama, uang 200 juta, bisa untuk penghasilan anda 10juta - 30 juta setiap bulannya, ditambah lagi, anda ditahun ke 3, uang 200 jt tersebut sudah kembali ketangan anda, untuk di bikin kan bisnis lainnya, disana lah orang mulai melihat anda sibuk,
5. inti dari bisnis adalah melayani, pelayanan, serta share, sehingga orang lain rela mengeluarkan uang untuk membayar jasa/ produk anda, disanalah sudah sewajarnya apabila anda lihat gedung2 tinggi di sudirman jakarta, ya mereka itu mempunyai services, core, organisasi, yang membuat orang memakai jasa mereka, membeli produk mereka, kunci nya adalah jual dan beli, lalu broker, hanya 3 itu saja.
6. kekuatan modal finansial yang tidak di dukung dengan keputusan yg jernih, serta support sdm didalamnya yang baik, dan management yg baik, hanya akan merusak dan memperkecil modal, alias modal bisa menyusut, so ? kalau anda melihat orang yg sudah berdagang, lama, dan akhirnya besar, bisa jadi karena pinjaman bank, suntikan dana , namun bisa jadi karena, dia mengelola bisnsi dan usahanya dengan baik, karena modal akan bertambah dengan sendirinya, seiring dengan profit yang disisihkan untuk di putar ke roda gila cashflow, percuma saja ditanam modal 1 milyar rupiah, ketika dikelola dengan buruk, bisa-bisa di balikin, tinggal bersisa 10 jt, namun lain hal dengan orang yg memulai dengan baik usaha di modal 10jt, bisa jadi 3-5 tahun berjalan sudah di angka 500jt bahkan lebih, karena pengelolaannya sangat baik. so apa yang anda pikirkan dengan usaha anda sekarang? .. membuat bola salju dari sisi cashflow adalah sangat penting dan erat kaitannya dengan pelayanan serta service.
7. banyak orang yg sdh berpengalaman dagang, dengan uang 10 jt mereka bisa ciptakan 2 jt setiap bulan, alias dengan cashflow 100 jt pun 20jt setiap bulan didapat, dan seterusnya, untuk itu lah apabila anda depositokan uang 1M anda di bank, itu hanya dapat sekitar 4 juta rupiah tiap bulan, uang anda tidak ada artinya di depositokan, . . dari sini lah orang mulai berusaha mencari akal, mengutak atik, cara-cara agar bisa jauh diatas angka deposito, apakah nama cara itu ? nama caranya , berdagang / berwiraswasta / berusaha , jadi mengusahakan yang belum ada.
8. Kesaktian-kesaktian roda usaha dan roda bisnis, perusahaan perusahaan besar, yang membuat lulusan S1 FG, menyerah dan langsung meng-apply job ke perusahaan multinasional, sebegitu mengerikannya idealisme dibunuh atau terbunuh , dan langsung menyerah, ya memang begitu, realistis dan cepat, dan ingat, itu lah saktinya modal yang unlimited, namun jika anda berusaha / berdagang , melihat kompetitor mempunyai cashflow dan modal yg kuat, jangan patah semangat, hukum bola salju adalah, modal 10 jt pun akan jadi modal 100jt, jika anda mengelola dengan benar, tetapi sebaliknya jika anda tanamkan 100jt, itu akan menjadi 10 jt, cepat atau lambat, selama pengaturan sdm , management anda buruk, karena yang namanya gaji karyawan, sewa kantor, operasional, dan sebagainya itu semua di biayai dari ujung tombak perusahaan yaitu penjualan. kembali lagi semua itu kembali ke jual beli dan calo.
9. Sibuk melihat , menakar, mengira2, berapa modal saingan saya, itu akan sangat membantu saingan anda untuk mengalahkan anda, tanpa perlu berbuat apa-apa ke anda, karena anda terlalu sibuk dengan lihat lihat tetangga, dan anda tidak paham dengan hukum bola salju, dimana bola salju itu adalah sesuatu perjuangan keras, melawan waktu, melawan zaman, melawan semuanya, sehingga menjadi besar. ditambah pula anda memperlihatkan secara gamblang kelemahan mental anda, kepada kompetitor anda, kelemahan mental lebih mahal harganya ketimbang kelemahan anda kekurangan modal usaha, karena mental itu ibarat bahan bakar sekelas avtur pesawat, sementara kelemaham modal itu ibarat bahan bakar minyak tanah, perbandingannya. toh kalau posisinya langsung dibalik ke anda, pun bisa jadi bukan profit yang anda dapat malah hutang yg anda dapat di akhir, karena, perbekalan amunisi terlalu cepat, tidak sebanding dengan kemampuan managerial dan softskill anda berkembang. (bodoh) lebih tepatnya.
10. orang jualan koran bekas, bisa naik haji, orang jualan bubur buka dari jam 6 sampai jam 12 malam, bisa nyekolahin anaknya sampai keluar negri, orang jualan keripik pedas, cemilan dan kudapan, sekarang usaha properti dimana2, orang jualan bawang goreng, dimasukan kedalam toples plastik, sekarang pegang supply ke 2 hotel, orang jualan rak kayu dan aneka display, sekarang supply ke toko2 besar seperti gramedia, toyskingdom, toyscity, orang jualan ..... orang jualan ...... orang jualan ....... bla bla bla bla bla, semua kembali ke mengelolanya, memanagenya, dan lihat background bagaimana segempalan tangan bola salju yang pada saat awal bisnisnya sekarang sudah menjadi sebesar meteor yang sangat besar, kalau lah jualan kuaci tidak menguntungkan, maka anda tidak bisa menemukan kuaci2 di supermarket, mau merek cap gajah, bunga matahari, dan lainnya,
so, jualan apakah anda ?....
11. Seberapa kuat anda ingin sama persis dengan kompetitor anda ? memangnya anda mesin foto kopi ?, tanggal lahir, jam , tempat dibesarkan saja sudah beda, muka aja udah beda, bagaimana bisa anda mau tumpek blek copas sama persis ? setiap manusia punya otak, akal, fikiran, ide, kreatifitas, emosional, gagasan yang berbeda2, anda cukup ambil saja garis besar di bagian paling belakangnya, apakah itu ? cetak saja skor skor an uang nantinya berapa, tanpa perlu sama persis dengan kompetitor anda. semua ada jalan dan gaya masing2, satu2 nya orang yg bisa mengcopas persis sama seperti contohnya adalah si owner atau foundernya sendiri., bukan orang lain seperti anda.
12. ada tersirat 1 sukses mematikan 10 lainnya, adapula tersirat, 1 sukses , 10 yang lainnya ikut terbawa sukses, tentunya apabila tidak ada konflik interest yang beradu didalamnya, pakai saja cara anda masing-masing dalam memperbesar bola salju, karena hukum tersirat ini, memang benar ada tapi terkecuali untuk yang punya jalan dan pintar jeli mengambil celah di antara tembok, dinding yang tebal.
13. usaha / dagang yg hebat itu yg mampu bertahan dekade demi dekade, bukan dilihat dari apa yg sudah anda pamerkan ke orang2 dekat sekitar anda dari usaha anda. percuma anda pamer2 tetapi usaha anda dijadikan sapi perah untuk glamour dan gaya hidup anda. masih adakah usaha anda di 10 tahun kedepan ?
14. anda teriak modal kecil, gak bisa gerak, gk ada modal, gk ada modal, yakin ketika ada modal anda bisa seperti yang anda lihat ? , penambahan modal berarti penambahan workload, penambahan jam kerja, penambahan effort, penambahan kesibukan, penambahan pelanggan, penambahan setoran, penambahan aktifitas, urus saja aktifitas modal anda yg 10 jutaan itu dulu (contoh). semua melalui tahapan, proses tangga demi tangga.
15. jangan pernah anda melihat gaya konglomerat, / anak konglomerat / orang besar membuka bisnis, yang langsung menggeolontorkan dana ratusan juta , milyaran bahkan puluhan miyar hingga ratusan, mereka itu sudah punya softskill, pengalaman, serta jangan lupa, itu mungkin bisnis mereka yang ke 10, dan sudah di perhitungkan oleh risk management, dan di analisis feasible studinya, serta kalau amsiong pun ada 9 pelor lagi, buat anda yang masih lahiran anak bisnis 1, 2 , ya anda sendiri donk yang turun tangan perhitungkan semuanya, lagipula justru mereka itu sudah memperhitungkan menggelontorkan dana 10 milyar untuk jadi si bola salju itu 50 milyar atau lebih, makanya sampai bayar orang untuk memperhitungkan segala sesuatunya agar tidak salah, tetap saja intinya perkembangan, pertambahan, pertumbuhan, pembesaran. mereka punya kepentingan untuk menghitung sedetil mungkin agar tidak menyusut 1 mili meter pun ketika bola salju itu di jalankan.
16. inti dari pengusaha, wiraswasta, pedagang, itu hampir2 sama, sama2 mengusahakan yang belum ada menjadi ada, apakah itu yang belum ada menjadi ada ? yaa gak usah basa basi mencla mencle, jelas lah cashflow, putarn uang, didalam roda gila permainan usaha, bisnis, dagang, aktifitas jualbeli itu lah,
dulu main di awal 1 juta, sekarang bisa gak bertumbuh jadi main di 10 juta, dulu main di 10 juta, bisa gak sekarang jadi main di 100juta, sekarang main di 100 juta, bisa gak besok main di 500 juta ? ... nah kalau anda main 100 jt, anda ambil yang menjadi hak anda 10-20 juta, sah toh ? sahhhhhhh.... belum ada saya dengar pengusaha itu dulu main 100 juta, sekarang dia maunya main 10 juta, bahkan dulu main 100 jt, sekarang main 100 jt aja, si pengusaha udah stress karena itu menyalahi hukum bola salju. dalam artian usaha nya stagnan. kalau diawal anda main 10 juta, di akhir malah hutang 10 juta, anda ini sedang mengusahakan apa toh ?.
masih percayakah anda terhadap hukum bola salju ?
Friday, October 23, 2015
Naik Batik Air, Ada Undian Jazz
Aku beberapa saat lalu setelah married dapat perintah untuk dinas ke jakarta, dan dengan akomodasi dibayarkan. Pada saat itu, seniorku yang mencari tiket penerbangan ke jakarta, ga lama setelah seniorku mencari2, akhirnya dia bilang kalau ada undian di b*tikAir, undiannya dapat mobil rolls royce, dan banyak mobil2 yang lain, kayak jazz diundi tiap bulan dan tiap bulan ada 2 jazz yg dikasih.
Waktu itu aku merasa apa emang benar bisa dapat jazz? Tapi setelah tak pikir2, ya betul jg, pas lg butuh, setelah married, butuh mobil pasti untuk bawa istri ke mana2, dan apalagi bakal ada baby nanti, mesti punya mobil utk ngangkut mereka. Sapa tau ini mobil untuk aku, amin ya Tuhan.
Terus setelah seminggu di sana, aku balik ke sby naik batik air lg, dengan harapan mendapat chance lebih besar untuk semakin dekat dengan jazz yg kuimpikan.
Waktu itu aku merasa apa emang benar bisa dapat jazz? Tapi setelah tak pikir2, ya betul jg, pas lg butuh, setelah married, butuh mobil pasti untuk bawa istri ke mana2, dan apalagi bakal ada baby nanti, mesti punya mobil utk ngangkut mereka. Sapa tau ini mobil untuk aku, amin ya Tuhan.
Terus setelah seminggu di sana, aku balik ke sby naik batik air lg, dengan harapan mendapat chance lebih besar untuk semakin dekat dengan jazz yg kuimpikan.
Thursday, September 17, 2015
Proyeksi Masa Depan
Hari ini aku kebangun jam 4 subuh, istriku yang bangunin, katae aku manggil2 namanya dia, hahaha padahal aku tidur, ngigau, terus ga isa tidur lg, karena panas, AC dah otomatis mati jam 2 subuh, kalo ngidupin kipas angin, nanti istri masuk angin, jadi biarin aja deh.
Akhirnya aku masak nasi, ambil ayam suwir dan siomay yang ada di kulkas dan merendam ke gayung mandi, supaya ga beku. Dan setelah nasi selesai masak, ayam suwir tak masukin ke penanak nasi, biar hangat sendiri, terus siomaynya tak masukin ke kulkas bagian bawah.
Terus aku mau coba untuk tidur, dan ternyata masih nggak bisa tidur, kepikiran masa depan, gmn nanti kalo istri hamil terus ga ada tempat tinggal, masa harus tetep di kos ini, terus gimana pengeluaran e kalo anak sudah ada, aku mesti bikin proyeksi singkat. Tapi lagi2 karena malas, aku mencoba untuk tidur dan hasilnya ga bisa tidur.
Ga lama, akhirnya aku putuskan untuk membuka laptop dan membuka excel, membuat kolom2, kolom umur, pengeluaran tahunan, berapa simpanan yang bisa aku tabung tiap taun. Dan waktu ngomong2 sama bu Lily, katanya aku dapet 3 anak, itu juga sangat membantu untuk merencanakan masa depan.
Aku lihat uang yang bisa kusisihkan tiap tahun, ga banyak, dengan asumsi setiap bulan pada tahun ini aku bisa saving 3.5jt, dan tahun depan 4jt, naik tiap tahun sampai umur 32 (sekarang umur 26 tahun) 6.5jt dan tidak naik seterusnya.
Untuk beli mobil bekas umur 27 (tahun depan) aku mesti ngeluarin 40jt untuk DP, untungnya aku masih ada sisa dari nikahan, jadi bisa dikurangin 20jt, dan untuk lahiran anak, aku kasih 20jt untuk tahun depan.
Ga disangka juga, uangku tahun depan masih ada 18.5jt. 18jt aja, di umur 27 tahun, ga bisa ini, ga bisa punya uang cuman segitu aja, mesti punya penghasilan yang lebih. Kapan hari sih aku sempet beli dan baca bukunya Merry Riana ttg Gift From A Friend, sangat membangun dan membuka visi, disitu dibilang untuk bisa kaya, km mesti kerja keras. Kerja keras untuk passive income milikmu.
Aku mikir keras, apa yang bisa jadi passive incomeku, aku punya blog lyric, lumayan sih, dengan postingan berjumalh 4rb, aku tiap hari dapat kira2 30 visitor. Eh, lumayan ga ya? hahaha, kayaknya ga, soalnya dari 30 visitor tiap hari, iklan yang di klik sehari cuman 1 aja, jadi pendapatan dari (1 * 0.8) /1000 = 0.0008 $ each day dan kalo dikonversikan ke rupiah (1 dollar = 12rb) = 9.6 rupiah.
Dulu aku sempet berpikir sih, kalau postku mencapai 7rb, mgkn bisa lebih oke, tapi kayaknya aku sudah muak dengan input data ke blog itu. Pengen sih diem2 dapet duit, "Demi masa depan" yang selalu menjadi motivatorku, dimana sama sekali ga ada effort di masa depan, aku isa dapet duit. Tapi setelah tak hitung2, ini aja aku cuman bisa dapet 1 impression, kalo misal aku hitung 100 impression, aku dapet 960 rupiah each day (28rb each month). It's gonnna be a big effort and no money.
So, from this moment on, I decided to not to maintenance my lyric blog. If I really want to have a lyric blog, maybe I need to think other strategy.
Begitulah, itu pergumulanku akhir2 ini, kepingin membangun passive incomeku.
Doakan aku semoga aku cepat dapet ya, supaya segera di develop dan menghasilkan.
Akhirnya aku masak nasi, ambil ayam suwir dan siomay yang ada di kulkas dan merendam ke gayung mandi, supaya ga beku. Dan setelah nasi selesai masak, ayam suwir tak masukin ke penanak nasi, biar hangat sendiri, terus siomaynya tak masukin ke kulkas bagian bawah.
Terus aku mau coba untuk tidur, dan ternyata masih nggak bisa tidur, kepikiran masa depan, gmn nanti kalo istri hamil terus ga ada tempat tinggal, masa harus tetep di kos ini, terus gimana pengeluaran e kalo anak sudah ada, aku mesti bikin proyeksi singkat. Tapi lagi2 karena malas, aku mencoba untuk tidur dan hasilnya ga bisa tidur.
Ga lama, akhirnya aku putuskan untuk membuka laptop dan membuka excel, membuat kolom2, kolom umur, pengeluaran tahunan, berapa simpanan yang bisa aku tabung tiap taun. Dan waktu ngomong2 sama bu Lily, katanya aku dapet 3 anak, itu juga sangat membantu untuk merencanakan masa depan.
Aku lihat uang yang bisa kusisihkan tiap tahun, ga banyak, dengan asumsi setiap bulan pada tahun ini aku bisa saving 3.5jt, dan tahun depan 4jt, naik tiap tahun sampai umur 32 (sekarang umur 26 tahun) 6.5jt dan tidak naik seterusnya.
Untuk beli mobil bekas umur 27 (tahun depan) aku mesti ngeluarin 40jt untuk DP, untungnya aku masih ada sisa dari nikahan, jadi bisa dikurangin 20jt, dan untuk lahiran anak, aku kasih 20jt untuk tahun depan.
Ga disangka juga, uangku tahun depan masih ada 18.5jt. 18jt aja, di umur 27 tahun, ga bisa ini, ga bisa punya uang cuman segitu aja, mesti punya penghasilan yang lebih. Kapan hari sih aku sempet beli dan baca bukunya Merry Riana ttg Gift From A Friend, sangat membangun dan membuka visi, disitu dibilang untuk bisa kaya, km mesti kerja keras. Kerja keras untuk passive income milikmu.
Aku mikir keras, apa yang bisa jadi passive incomeku, aku punya blog lyric, lumayan sih, dengan postingan berjumalh 4rb, aku tiap hari dapat kira2 30 visitor. Eh, lumayan ga ya? hahaha, kayaknya ga, soalnya dari 30 visitor tiap hari, iklan yang di klik sehari cuman 1 aja, jadi pendapatan dari (1 * 0.8) /1000 = 0.0008 $ each day dan kalo dikonversikan ke rupiah (1 dollar = 12rb) = 9.6 rupiah.
Dulu aku sempet berpikir sih, kalau postku mencapai 7rb, mgkn bisa lebih oke, tapi kayaknya aku sudah muak dengan input data ke blog itu. Pengen sih diem2 dapet duit, "Demi masa depan" yang selalu menjadi motivatorku, dimana sama sekali ga ada effort di masa depan, aku isa dapet duit. Tapi setelah tak hitung2, ini aja aku cuman bisa dapet 1 impression, kalo misal aku hitung 100 impression, aku dapet 960 rupiah each day (28rb each month). It's gonnna be a big effort and no money.
So, from this moment on, I decided to not to maintenance my lyric blog. If I really want to have a lyric blog, maybe I need to think other strategy.
Begitulah, itu pergumulanku akhir2 ini, kepingin membangun passive incomeku.
Doakan aku semoga aku cepat dapet ya, supaya segera di develop dan menghasilkan.
Sunday, August 30, 2015
Bu Lily
Halo, kemaren tanggal 30 aku sekeluarga (ga sekeluarga sih, cuman ber4 aja tanpa papaku, karena sakit vertigo) sempat pergi ke bu Lily. Akupun mgkn lupa siapa bu Lily itu, jadi aku jelaskan, bu Lily adalah seorang pendoa yang melayani sebagai konselor dan memiliki karunia untuk mengerti roh, bisa mengerti apa yang Tuhan katakan.
Beberapa saat yang lalu, keluargaku sempat mengalami pertengkaran hebat, lalu aku diberi tahu bahwa bu Lily bisa membantu untuk memberikan konsultasi dan solusi, dan bisa membantu mendoakan dan bisa bernubuat, jadilah kami putuskan untuk pergi ke bu Lily, walaupun banyak cobaan (sebelumnya pernah janjian, tapi banyak halangan dan batal).
Pada saat kami sampai di rumah nya bu Lily, pukul 10.15 pagi, sebenarnya kami dijanjikan pukul 11.00 pagi, tapi kami semua dari luar kota, jadi datangnya jam brp kita langsung ke rumahnya bu Lily saja, pikirku sih lebih baik menunggu daripada harus membuang waktu untuk tidak ketemu. Jadi waktu kita datang, bu Lily sempat shock dan masih belum siap apa2, aku sih ga berharap banyak, cuman mgkn nunggu aja di dalem ruang tamu, gt pikirku, tapi ternyata disuruh masuk dan langsung dilayani.
Untuk awal2, saya aku membuka pembicaraan dengan berkata bahwa saya akan menikah, minta di doakan, lalu kemudian bu Lily menyambar ke mama saya, banyak yang dibicarakan, salah 1 nya, mama saya itu orangnya memendam banyak hal, banyak kekecewaan yang ditelan, entah sama suami, ataupun sama anak2nya, banyak pikiran, banyak ketakutan2 yang ada di pikiran mamaku, takut anaknya ada yang nggak nikah, dan banyak hal.
Lalu bu Lily menyambar kakak pertamaku, kakak pertamaku cewek, emang dibilang keras, tapi yang menyebabkan dirinya menjadi keras adalah mamaku juga, dari SMA sering dikenalkan sama orang, dan waktu kakakku ditanyain, lalu mamaku nyamber bilang kalo emang sering dikenalno, tapi si kakakku ga mau. Tapi disitu karunia bu Lily juga bekerja, dia langsung tau kalao kakakku marah tiap kali mamaku bilang dijodohkan, dikenalkan. Bu Lily sadar dan langsung menegur mamaku, bahwa untuk mendapat pasangan, jangan menjual anak seperti barang dagangan, biarlah anak itu yang memberi harga jual dirinya sendiri. Rasa benci itu juga muncul karena adanya cinta tak sampai pada masa lampau yang masih belum terselesaikan (kasih tak sampai), dan kakakku yang pertama masih mencari2 bayangan dari sosok tersebut. Tetapi sayangnya orang tersebut tidak memiliki perasaan apapun pada kakakku.
Dan untuk kakak ku yang kedua, juga sama, selalu marah jika mendengar kata dijodohkan, dikenalkan sama temennya mama, tapi hatinya kakakku yang kedua ini lebih baik dari yang pertama, soalnya ga ada dendam.
Yang terakhir, untuk aku, aku diberi nubuat bahwa nanti ga perlu kuatir tentang pernikahanku, semua bakal berjalan lancar, cuaca bakal cerah dan semua undangan akan dateng. Aku seneng sekali waktu denger nubuatan seperti itu, tapi ada di dalem hatiku yang malah jadi bingung, kalau yang diundang datang semua, terus tempatnya bakal cukup ato ga ya? Soalnya yang diundang melebihi batas. Takut juga sih, tapi mencoba untuk punya iman, aku yakin rancangan Tuhan bukan rancangan yang buruk.
Terus aku didoakan lagi, bakal punya 2 anak laki dan perempuan. Terus di revisi lg, tambah 1 anak lg (hahahaha). Dibilang juga kalau jangan kuatir tentang keuanganmu, keuanganmu terjamin, sudah disiapkan dari surga, akan datang secara tak terduga, keluargamu bakal bahagia. Dan aku akan kerja sampe 5 taun ke depan terus baru punya usaha. Dan ayat yang diberikan adalah Mazmur 32:8 yang berisi "Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu."
Wow, nubuatan yang ga terduga buat aku. Sebenernya sih aku takut sama masa depanku, bagaimana keuanganku, tapi dengan adanya nubuatan ini, aku menjadi tidak takut lagi, ya tetep ada ketakutan2, tapi jadi lebih percaya bahwa semua ketakutan itu bukan apa2 dibanding Tuhan.
Beberapa saat yang lalu, keluargaku sempat mengalami pertengkaran hebat, lalu aku diberi tahu bahwa bu Lily bisa membantu untuk memberikan konsultasi dan solusi, dan bisa membantu mendoakan dan bisa bernubuat, jadilah kami putuskan untuk pergi ke bu Lily, walaupun banyak cobaan (sebelumnya pernah janjian, tapi banyak halangan dan batal).
Pada saat kami sampai di rumah nya bu Lily, pukul 10.15 pagi, sebenarnya kami dijanjikan pukul 11.00 pagi, tapi kami semua dari luar kota, jadi datangnya jam brp kita langsung ke rumahnya bu Lily saja, pikirku sih lebih baik menunggu daripada harus membuang waktu untuk tidak ketemu. Jadi waktu kita datang, bu Lily sempat shock dan masih belum siap apa2, aku sih ga berharap banyak, cuman mgkn nunggu aja di dalem ruang tamu, gt pikirku, tapi ternyata disuruh masuk dan langsung dilayani.
Untuk awal2, saya aku membuka pembicaraan dengan berkata bahwa saya akan menikah, minta di doakan, lalu kemudian bu Lily menyambar ke mama saya, banyak yang dibicarakan, salah 1 nya, mama saya itu orangnya memendam banyak hal, banyak kekecewaan yang ditelan, entah sama suami, ataupun sama anak2nya, banyak pikiran, banyak ketakutan2 yang ada di pikiran mamaku, takut anaknya ada yang nggak nikah, dan banyak hal.
Lalu bu Lily menyambar kakak pertamaku, kakak pertamaku cewek, emang dibilang keras, tapi yang menyebabkan dirinya menjadi keras adalah mamaku juga, dari SMA sering dikenalkan sama orang, dan waktu kakakku ditanyain, lalu mamaku nyamber bilang kalo emang sering dikenalno, tapi si kakakku ga mau. Tapi disitu karunia bu Lily juga bekerja, dia langsung tau kalao kakakku marah tiap kali mamaku bilang dijodohkan, dikenalkan. Bu Lily sadar dan langsung menegur mamaku, bahwa untuk mendapat pasangan, jangan menjual anak seperti barang dagangan, biarlah anak itu yang memberi harga jual dirinya sendiri. Rasa benci itu juga muncul karena adanya cinta tak sampai pada masa lampau yang masih belum terselesaikan (kasih tak sampai), dan kakakku yang pertama masih mencari2 bayangan dari sosok tersebut. Tetapi sayangnya orang tersebut tidak memiliki perasaan apapun pada kakakku.
Dan untuk kakak ku yang kedua, juga sama, selalu marah jika mendengar kata dijodohkan, dikenalkan sama temennya mama, tapi hatinya kakakku yang kedua ini lebih baik dari yang pertama, soalnya ga ada dendam.
Yang terakhir, untuk aku, aku diberi nubuat bahwa nanti ga perlu kuatir tentang pernikahanku, semua bakal berjalan lancar, cuaca bakal cerah dan semua undangan akan dateng. Aku seneng sekali waktu denger nubuatan seperti itu, tapi ada di dalem hatiku yang malah jadi bingung, kalau yang diundang datang semua, terus tempatnya bakal cukup ato ga ya? Soalnya yang diundang melebihi batas. Takut juga sih, tapi mencoba untuk punya iman, aku yakin rancangan Tuhan bukan rancangan yang buruk.
Terus aku didoakan lagi, bakal punya 2 anak laki dan perempuan. Terus di revisi lg, tambah 1 anak lg (hahahaha). Dibilang juga kalau jangan kuatir tentang keuanganmu, keuanganmu terjamin, sudah disiapkan dari surga, akan datang secara tak terduga, keluargamu bakal bahagia. Dan aku akan kerja sampe 5 taun ke depan terus baru punya usaha. Dan ayat yang diberikan adalah Mazmur 32:8 yang berisi "Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu."
Wow, nubuatan yang ga terduga buat aku. Sebenernya sih aku takut sama masa depanku, bagaimana keuanganku, tapi dengan adanya nubuatan ini, aku menjadi tidak takut lagi, ya tetep ada ketakutan2, tapi jadi lebih percaya bahwa semua ketakutan itu bukan apa2 dibanding Tuhan.
Thursday, August 6, 2015
Egois, Enyahlah!
Hari ini aku merasa sedih, ini H-2 hari sebelum hari pernikahan, tapi banyak kekuranganku yang belum tertutupi. Seperti contohnya sekarang ini, dan kemarin2, aku terlalu egois, aku terlalu fokus dengan pekerjaanku pada jam kerja sehingga aku tidak sempat untuk menyentuh urusan pernikahan kami. Dan terkadang aku agak jengkel apabila pada waktu malam hari mesti ngurus2in macam2.
Hari2 ini sih sempat tertemplang, tertohok, karena urusan pernikahan, pekerjaan calonku jadi terbengkalai. Sebenarnya aku pun sangat excited dengan pernikahan kami, tapi entah kenapa aku tidak bisa melihat apa yang dilihat calonku. Pada saat aku merasa sudah cukup oke, calonku bilang belum oke. Mungkin itu yang membedakan status pekerjaan kita. Aku bener2 ga kepengen calonku jadi seperti ini terus, akupun juga kepengen ngurusin semua.
Tiap malem aku doa supaya calonku selalu mendapat kekuatan, pengharapan baru. Tapi mungkin karena kena aku, kekuatannya jadi habis. Sedih emang, tapi that's fact.
Aku terlalu egois sampai aku ga bisa melihat bagaimana calonku berkorban. Berkorban perasaan, pikiran, ego. Aku harus berubah.
Hey km (aku di masa depan), kalo km baca ini, introspeksi diri!
Apa km sudah jadi a better man?
Ato tetep menyusahkan istrimu?
Don't be so selfish!
Hari2 ini sih sempat tertemplang, tertohok, karena urusan pernikahan, pekerjaan calonku jadi terbengkalai. Sebenarnya aku pun sangat excited dengan pernikahan kami, tapi entah kenapa aku tidak bisa melihat apa yang dilihat calonku. Pada saat aku merasa sudah cukup oke, calonku bilang belum oke. Mungkin itu yang membedakan status pekerjaan kita. Aku bener2 ga kepengen calonku jadi seperti ini terus, akupun juga kepengen ngurusin semua.
Tiap malem aku doa supaya calonku selalu mendapat kekuatan, pengharapan baru. Tapi mungkin karena kena aku, kekuatannya jadi habis. Sedih emang, tapi that's fact.
Aku terlalu egois sampai aku ga bisa melihat bagaimana calonku berkorban. Berkorban perasaan, pikiran, ego. Aku harus berubah.
Hey km (aku di masa depan), kalo km baca ini, introspeksi diri!
Apa km sudah jadi a better man?
Ato tetep menyusahkan istrimu?
Don't be so selfish!
Thursday, July 30, 2015
Married #9 - Prewed
Terus pada tanggal 1 Mei, hari jumat, kami rencanakan untuk menggunakan liburan itu untuk prewed. Kami prewed di daerah barat surabaya, ga pake luar kota, soalnya bakal ribet dan persiapannya bakal jauh lebih pagi. Jadwalnya sama salon ada jam 6 pagi, terus ini kan aku dapet salon di surabaya barat juga, sedangkan aku dan pasangan ada di sby selatan, jadi aku harus berangkat dari lokasiku kira2 jam 5.30 pagi. Susah banget tuh buat kita2 yg bangun tidur biasa e jam 8 pagi heheheh.
Sebelumnya, sebenernya kita ada mau fitting baju yang cewek minggu sebelumnya pas hari minggu, tapi pas di telp, ternyata bajunya lagi keluar, lagi di laundry, dan bajunya datang hari rabu, tapi kita kan ga bisa, karena kerja, jadilah kita memutuskan untuk fitting pada tanggal 1 Mei itu, langsung dibenerin pada saat itu juga.
Akhirnya tibalah hari H, kita bangun kesiangan, baru bangun jam 5.15. Padahal rencana bangun jam 4.30 supaya bisa siap2 lebih teliti lagi. Sebenernya sih kemarennya sudah siap lancar teliti, tapi sapa tau. Setelah kita bangun terus siap2, ga lupa minum cocoa anget biar ga masuk angin, berangkatlah kita ke salon jam 5.45. Sampai di salon sudah jam 6.15an, tak pikir sudah hectic di salon, ternyata ya santai2 aja tuh hahaha. Si calon langsung fitting dan setelah fitting, langsung di bentuk model rambutnya. Bentuk2 model rambut ga terlalu lama kalau aku bilang, dan waktu bentuk model rambut, sempet sih ditanyain, baju lainnya pake baju warna apa, terus dipinjemin head piece utk warna tsb. Wah seneng pol, padahal awal e kita mau beli head piece sendiri loh! Terus setelah bagian rambut, kita pergi ke bagian make up buat dimake up orang nya.
Sebelumnya, sebenernya kita ada mau fitting baju yang cewek minggu sebelumnya pas hari minggu, tapi pas di telp, ternyata bajunya lagi keluar, lagi di laundry, dan bajunya datang hari rabu, tapi kita kan ga bisa, karena kerja, jadilah kita memutuskan untuk fitting pada tanggal 1 Mei itu, langsung dibenerin pada saat itu juga.
Akhirnya tibalah hari H, kita bangun kesiangan, baru bangun jam 5.15. Padahal rencana bangun jam 4.30 supaya bisa siap2 lebih teliti lagi. Sebenernya sih kemarennya sudah siap lancar teliti, tapi sapa tau. Setelah kita bangun terus siap2, ga lupa minum cocoa anget biar ga masuk angin, berangkatlah kita ke salon jam 5.45. Sampai di salon sudah jam 6.15an, tak pikir sudah hectic di salon, ternyata ya santai2 aja tuh hahaha. Si calon langsung fitting dan setelah fitting, langsung di bentuk model rambutnya. Bentuk2 model rambut ga terlalu lama kalau aku bilang, dan waktu bentuk model rambut, sempet sih ditanyain, baju lainnya pake baju warna apa, terus dipinjemin head piece utk warna tsb. Wah seneng pol, padahal awal e kita mau beli head piece sendiri loh! Terus setelah bagian rambut, kita pergi ke bagian make up buat dimake up orang nya.
Monday, July 27, 2015
Keep Posting!
Halo, sudah lama ga posting, sibuk bikin blog ttg lyric. Yang pada akhirnya tidak menghasilkan, mestinya aku bikin web aja, yang bisa otomatis generate lyric. Tapi ya sudah lah, tapi mungkin bisa jadi next project. Update terakhir ttg berkas N1, N2, N3, N4. WOW jauh sekali dari hari posting sekarang. Banyak yang terlewatkan, banyak yang miss, tapi skrg mulai mau komitmen utk menulis jurnal lagi, apa yang sudah dilalui dan apa yang ada di pikiran sekarang. Supaya nanti suatu hari aku lihat blog ini, dan aku tau berapa banyak aku telah berubah.
Untuk seri pernikahan, sebentar lagi sudah mau menikah, banyak yang sudah selesai, dan banyak yang tidak terduga yang aku pengen share, bentar lg mgkn aku lengkapin 1/1. Pasti tak lengkapin, preparation about our living place too.
Untuk seri pernikahan, sebentar lagi sudah mau menikah, banyak yang sudah selesai, dan banyak yang tidak terduga yang aku pengen share, bentar lg mgkn aku lengkapin 1/1. Pasti tak lengkapin, preparation about our living place too.
Subscribe to:
Posts (Atom)




